Sakit Hati Diusir dari Cijantung, Jenderal Kopassus Ini Pernah Berjanji Tak Akan Lagi Pakai Baret Merah
Rabu, 21 September 2022 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
Benny memerintahkan Brigjen TNI Sintong Panjaitan yang kala itu menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus untuk merealisasikan pemberian Baret Merah. Sebelum upacara dimulai, Benny didampingi Sintong, KSAD Jenderal Try Sutrisno, Wakil KSAD Letjen Edi Sudrajat dam Wakil Komandan Kopassus Kolonel Kuntara menunggu di ruang kerja Komandan Kopassus. Ketika sedang berbincang-bincang, Sintong memberikan Baret Merah kepada Moerdani.
"Ini Baret Merah Bapak yang akan Bapak pakai dalam upacara nanti," ujar Sintong dikutip dalam buku "Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando", Rabu (21/9/2022).
Benny yang dijuluki Raja Intelijen menerima Baret Merah dengan wajah tidak suka. Kemudian dia tiba-tiba melempar ke meja di depan Sintong hingga jatuh ke lantai.
Sintong pun mengambil Baret Merah itu dan meletakkannya di meja kerja. Suasana juga spontan berubah menjadi kaku, semua terdiam karena wajah Benny serius dan angker. Try Sutrisno berupaya meredakan suasana dengan mengalihkan pembicaraan namun tetapi suasana tetap kaku.
Ketika Benny keluar dari kamar kecil, Sintong menghampiri dia dan berbicara kepadanya. Sintong sebagai Komandan Kopassus merasa tersinggung. Menurutnya, Jenderal Bintang Empat tak sepantasnya membuang Baret Merah.
"Pak Benny tidak dapat dipisahkan dengan Korps Baret Merah. Bapak dikenal sebagai orang pertama Korps Baret Merah. Jadi aneh, kalau Bapak tidak berkenan memakai Baret Merah," tegas Sintong. Namun, perkataan Sintong tidak dijawab Benny.
"Ini Baret Merah Bapak yang akan Bapak pakai dalam upacara nanti," ujar Sintong dikutip dalam buku "Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando", Rabu (21/9/2022).
Benny yang dijuluki Raja Intelijen menerima Baret Merah dengan wajah tidak suka. Kemudian dia tiba-tiba melempar ke meja di depan Sintong hingga jatuh ke lantai.
Sintong pun mengambil Baret Merah itu dan meletakkannya di meja kerja. Suasana juga spontan berubah menjadi kaku, semua terdiam karena wajah Benny serius dan angker. Try Sutrisno berupaya meredakan suasana dengan mengalihkan pembicaraan namun tetapi suasana tetap kaku.
Ketika Benny keluar dari kamar kecil, Sintong menghampiri dia dan berbicara kepadanya. Sintong sebagai Komandan Kopassus merasa tersinggung. Menurutnya, Jenderal Bintang Empat tak sepantasnya membuang Baret Merah.
"Pak Benny tidak dapat dipisahkan dengan Korps Baret Merah. Bapak dikenal sebagai orang pertama Korps Baret Merah. Jadi aneh, kalau Bapak tidak berkenan memakai Baret Merah," tegas Sintong. Namun, perkataan Sintong tidak dijawab Benny.
Lihat Juga :