Komnas HAM: Terjadi Obstruction of Justice dalam Kasus Mutilasi di Papua

Selasa, 20 September 2022 - 21:08 WIB
loading...
Komnas HAM: Terjadi Obstruction of Justice dalam Kasus Mutilasi di Papua
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyebut terjadi obstruction of justice dalam kasus mutilasi di Papua. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komnas HAM telah mengumpulkan beberapa keterangan dan alat bukti dalam kasus mutilasi warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua beberapa waktu lalu.

Hasilnya, Komnas HAM menyebut telah terjadi pelanggaran obstruction of justice dalam kematian para warga sipil tersebut.

"Komunikasi antarpelaku setelah peristiwa dan juga adanya berbagai upaya obstruction of justice. Jadi ini ada upaya obstruction of justice untuk menghilangkan barang bukti," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Komnas HAM: Korban Mutilasi di Papua Diduga Disiksa dan Direndahkan Martabatnya

Senada, Komisioner Komnas HAM Chairul Anam mengatakan dugaan obstruction of justice dalam kasus kematian warga sipil disana ditujukan dengan adanya penghapusan jejak komunikasi di ponsel para pelaku.

"Kalau obstruction of justice itu kan biasanya terjadi setelah peristiwa ya kan, terus untuk menutupi peristiwa bukan bagian dari peristiwa itu sendiri. Nah, mutilasi itu bagian dari peristiwanya itu sendiri. Kalau menghapus komunikasi itu kan setelah peristiwa setelah ini naik terus ada penghapusan komunikasi itu," terangnya.
(cip)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1776 seconds (11.97#12.26)