7K Instruksi AHY ke Kader Demokrat dalam Rapimnas, Apa Aja?

Kamis, 15 September 2022 - 19:28 WIB
loading...
7K Instruksi AHY ke...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan tujuh instruksi kepada para kader Demokrat dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat hari pertama. Foto: MPI/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) memberikan tujuh instruksi kepada para kader Demokrat dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat hari pertama. Ada tujuh instruksi yang dinamakan 7K.

"Instruksi ini untuk dijalankan, untuk dijadikan pedoman. Saya tidak ulangi yang sifatnya teknis atau target-target pemenangan. Saya akan mengakhiri ini dengan sebuah dorongan moril dan semangat perjuangan kita bersama," kata AHY di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Pertama, kepemimpinan. Dalam forum itu, AHY mengatakan para kader yang hadir merupakan pemimpin. Untuk itu, ia meminta agar dapat menjalankan kepemimpinan dan manajemen yang efektif.

Baca juga: AHY: Rakyat Rindu SBY karena Pertumbuhan Ekonomi Meningkat



"Jadilah pemimpin yang memiliki integritas, dan mampu menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh partai ini. Baik strukturnya, anggota legoslatif, maupun jaringan yang lain," terang AHY.

Kedua, kerja keras. AHY meminta para kader terus berikhtiar setiap waktu. Menurutnya, usaha itu memang kelelahan. Tetapi, ia yakin tujuan Partai Demokrat dapat tercapai.

"Sukses itu kita dedikasikan untuk rakyat tadi yang menangis, meminta kita berjuang, memohon pertolongan kita, maka tidak ada yang sia-sia. Justru itu akan menjadi kebaikan, keberkahan, dan pahala untuk kita semua. Yang penting ikhlas dan hati yang bersih," tutur AHY.

Ketiga keberanian. Ia meminta para kader dapat berani meyuarakan kebenaran. Ia juga mekjnta para kader untuk bersikal kritis terhadap sikap pemerintah, khususnya terhadap produk hukum seperti UU.

Keempat, kecepatan. AHY meminta para kader dapat bergerak cepat untuk melakukan kerja partai. Ia meminta para kader Demokrat tidak kalah cepat dengan partai lain.

"Kalau caleg dari parpol lain punya ikhtiar, Demokrat tidak boleh kalah cepat, tak boleh kehilangan momentum. Lakukan dari sekarang, mulai dari hari ini sampai 14 Februari 2024. Waktunya 516 hari lagi. Jangan sia-siakan waktu sedikit pun, karena kita memang harus ambil inisiatif di depan," ucapnya.

Kelima, ketegasan. Dengan ketegasan AHY merasa, para kader dapat menjalankan kepemimpinan yang efektif. Ia pun berharap, kader Partai Demokrat dapat semakin profesional.

"Keenam, saya berharap kita semua terus membangun kesetiaan atau loyalitas. Setia pada tujuan kita berpartai. Sudah jelas visi-misi Partai Demokrat. Kita partai nasionalis-religius, mengutamakan rakyat," tuturnya.

Terakhir, AHY meminta para kader untuk kompak. Ia meminta para kader untuk solid dan tidak saling berkompetisi. "Jangan berkompetisi di antara kita sendiri. Kita harus kuat, harus solid, kompetisi kita keluar. Sepakat semua?" ujar AHY.

"Dengan 7K itu saya punya keyakinan, kita punya optimisme, Demokrat bisa ada di depan, Demokrat motor perubahan. Tentu perubahan untuk sesuatu yang lebih baik lagi bagi negeri ini," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Sooyoung SNSD dan Jung...
Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho Putus setelah 14 Tahun Pacaran
Berita Terkini
Tersangka Kasus Bea...
Tersangka Kasus Bea Cukai Gunakan 'Dana Operasional' untuk Beli iPhone Istri
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Hakim Perintahkan Barang...
Hakim Perintahkan Barang Bukti Tumbler hingga Video CCTV Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
KPK Panggil Kepala Satpol...
KPK Panggil Kepala Satpol PP Cilacap terkait Kasus Pemerasan Bupati Syamsul Aulia Rachman
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Prabowo Ngaku Cocok...
Prabowo Ngaku Cocok dengan HIPMI: Kelakuannya Sudah Saya Kenal Semuanya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved