Efek Rekomendasi Algoritma Tak Terhindarkan, tetapi Dapat Diminimalisir
Kamis, 15 September 2022 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Efek Tak Terhindarkan, tetapi Dapat Diminimalisir
Masyarakat digital dibangun atas dasar algoritma komputasi. Logika algoritma sebagaian besar digunakan untuk menemukan efisiensi baru dalam berbagai hal pilihan musik, video, berita, penginapan, belanja, makanan, dan sebagainya. Logika ini disusun sedemikian rupa untuk algoritma bekerja dalam mengkalkulasi kebutuhan dan keputusan individu dalam mengotomasi, memprediksi, memilih berbagai aktivitas sehari-hari.
Perlu diketahui bahwa sampai saat ini pengguna aktif media sosial di Indonesia berkisar 191,4 juta dari jumlah penduduknya 277,7 juta dengan platform yang banyak digunakan Whatsapp, Instagram, Facebook (Meta Group). Khalayak pengguna perlu bersiap terhadap berbagai efek dari media sosial ini. Kemampuan resiliensi online yang menurut Przybylski merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi secara akurat terhadap kondisi lingkungan yang sarat akan pengaruh, sehingga berdaya dalam menyaring dan merespon berbagai hal saat berinteraksi dengan teknologi digital.
Memang pengaruh algoritma tak dapat dihindari selama platform tersebut masih kita gunakan, namun dapat diminimalisir pengaruh terhadap bias personal dalam pusaran filter gelembung dan echo chamber. Berikut terdapat cara pengguna dalam meminimalisir kerja algoritma di beberapa platform:
• Facebook: Platform ini masih memungkinkan pengguna untuk menghapus algoritma pengurutan dari timeline. Cukup melihat semua posting dari semua teman pengguna dan mengikuti dalam urutan kronologis terbalik (yaitu, paling baru diposting di atas). Di Facebook.com, klik tiga titik di samping “Umpan Berita”, lalu klik “terbaru”. Di aplikasi, pengguna harus mengeklik “pengaturan”, lalu “lihat lebih banyak”, lalu “terbaru”.
Masyarakat digital dibangun atas dasar algoritma komputasi. Logika algoritma sebagaian besar digunakan untuk menemukan efisiensi baru dalam berbagai hal pilihan musik, video, berita, penginapan, belanja, makanan, dan sebagainya. Logika ini disusun sedemikian rupa untuk algoritma bekerja dalam mengkalkulasi kebutuhan dan keputusan individu dalam mengotomasi, memprediksi, memilih berbagai aktivitas sehari-hari.
Perlu diketahui bahwa sampai saat ini pengguna aktif media sosial di Indonesia berkisar 191,4 juta dari jumlah penduduknya 277,7 juta dengan platform yang banyak digunakan Whatsapp, Instagram, Facebook (Meta Group). Khalayak pengguna perlu bersiap terhadap berbagai efek dari media sosial ini. Kemampuan resiliensi online yang menurut Przybylski merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi secara akurat terhadap kondisi lingkungan yang sarat akan pengaruh, sehingga berdaya dalam menyaring dan merespon berbagai hal saat berinteraksi dengan teknologi digital.
Memang pengaruh algoritma tak dapat dihindari selama platform tersebut masih kita gunakan, namun dapat diminimalisir pengaruh terhadap bias personal dalam pusaran filter gelembung dan echo chamber. Berikut terdapat cara pengguna dalam meminimalisir kerja algoritma di beberapa platform:
• Facebook: Platform ini masih memungkinkan pengguna untuk menghapus algoritma pengurutan dari timeline. Cukup melihat semua posting dari semua teman pengguna dan mengikuti dalam urutan kronologis terbalik (yaitu, paling baru diposting di atas). Di Facebook.com, klik tiga titik di samping “Umpan Berita”, lalu klik “terbaru”. Di aplikasi, pengguna harus mengeklik “pengaturan”, lalu “lihat lebih banyak”, lalu “terbaru”.
Lihat Juga :