Syaifullah Tamliha: Mardiono Katanya Mau Islah Kok Malah Copot Mencopot
Selasa, 13 September 2022 - 13:21 WIB
loading...
Syaifullah Tamliha mengaku kecewa atas sikap Mardiono yang menginginkan islah tetapi mencopot pendukung Suharso Monoarfa seperti dirinya. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Loyalis Suharso Monoarfa, Syaifullah Tamliha mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono. Dia mellihat sikap Mardiono berbeda antara lisan dan perbuatan.
Dia ingat Mardiono menginginkan islah dan menghindari konflik. Tapi yang terjadi dia malah dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi V DPR hanya karena bersikap kritis terhadap pergantian Suharso.
"Kata Mardiono ingin islah dan menghindari konflik, kok malah copot mencopot. Saya dari dulu juga enggak punya minat jadi pimpinan komisi tapi hanya karena perintah partai," kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Selasa (13/9/2022).
Baca juga: Loyalis Suharso Monoarfa Dicopot dari Pimpinan Komisi V DPR
Menurut Tamliha, semestinya konflik pendapat tidak boleh menyebabkan konflik personal. Namun tentunya masing-masing memiliki cara demokratis. Dan sebagai kader ideologis Nahdlatul Ulama (NU), ia teringat oleh pesan seorang tokoh muda NU, bahwa demokrasi justru dibunuh oleh orang yang mengaku demokratis dan itu terjadi di PPP.
Dia ingat Mardiono menginginkan islah dan menghindari konflik. Tapi yang terjadi dia malah dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi V DPR hanya karena bersikap kritis terhadap pergantian Suharso.
"Kata Mardiono ingin islah dan menghindari konflik, kok malah copot mencopot. Saya dari dulu juga enggak punya minat jadi pimpinan komisi tapi hanya karena perintah partai," kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Selasa (13/9/2022).
Baca juga: Loyalis Suharso Monoarfa Dicopot dari Pimpinan Komisi V DPR
Menurut Tamliha, semestinya konflik pendapat tidak boleh menyebabkan konflik personal. Namun tentunya masing-masing memiliki cara demokratis. Dan sebagai kader ideologis Nahdlatul Ulama (NU), ia teringat oleh pesan seorang tokoh muda NU, bahwa demokrasi justru dibunuh oleh orang yang mengaku demokratis dan itu terjadi di PPP.
Lihat Juga :