Perindo Beberkan Potensi Bahaya dari Kebocoran Data Pribadi dan NIK

Minggu, 11 September 2022 - 21:09 WIB
loading...
Perindo Beberkan Potensi...
Politisi Muda Partai Perindo Andika Ulil Amri mengungkapkan bahayanya kebocoran data pribadi dan NIK. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) angkat bicara terkait fenomena kebocoran data pribadi dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang beredar di dunia maya. Kebocoran data tersebut membahayakan warga negara secara individu.

Hal itu disampaikan oleh politisi Muda Partai Perindo Andika Ulil Amri. Dia melihat potensi berbahaya dari kebocoran data dengan urusan perbankan dan perpolitikan.

"Yang paling bahaya itu kan sebenarnya itu dari sisi digitalisasi, sekarang masalah perbankan itu kan pake NIK kita gitu loh. Ini kalau dijebol, bakal jadi urusan bagi orang yang apatis. Tapi sebagaimana mestinya hari ini sudah dikampanyekan kalau NIK kita jangan diumbar," terang Andika saat dialog podcast aksi nyata Perindo, Minggu (11/9/2022).

Baca juga: Perindo Nilai Kebocoran Data NIK Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Dalam konteks permasalahan politik, Andika pun menyampaikan bahayanya terkait penyalahgunaan dalam situasi politik seperti data pemilih di KPU dan sistem kepemiluan.

"Indonesia hari ini kan sedang membangun design masa depan sistem demokrasi Pancasila yang baru. Nah hal yang baru dalam pemilu kita kali ini kan digitalisasi, terutama dalam sistem informasi politik. Bahayanya kan data pribadi orang bisa dimanfaatkan untuk dibajak oleh oknum tertentu agar menambah anggota partai politik tertentu. Ini kan bahaya," jelas Andika.

Baca juga: Marak Kebocoran Data, DPR Desak Keamanan Siber Semua Kementerian Lembaga Diaudit

Untuk itu, Andika memandang sikap KPU yang memastikan keamanan data pribadi dalam sistem digital. Nyatanya, koleganya di Partai Perindo pun terdata ada di database partai lain. "Ini artinya terduplikasinya data pribadi kader partai kami kan jadi wacana permasalahan dalam pendaftaran partai politik untuk pemilu nanti. Apakah sistem yang dipakai KPU itu aman tidak?" ucap Andika.

Sebelumnya, Andika Ulil Amri menjelaskan perihal kebocoran data NIK tersebut perlu diidentifikasi dari mana sumber kebocorannya. Untuk itu, ia berpendapat keamanan data pribadi tersebut harus ada yang bertanggung jawab.

"Bagi saya yang harus bertanggung jawab ini ya pemerintah. Itu kewajiban mereka untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi warga negara," jelas Andika.

Andika mengulas kebijakan sebelumnya yakni Undang-undang Nomor 12 tahun 2016 terkait kewajiban registrasi data penduduk secara digital. Baginya kewajiban registrasi data dari pemerintah, terutama Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) itu juga harus diikuti dengan keamanan data pribadi tersebut.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Rekomendasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Berita Terkini
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved