Rawat Budaya Nusantara, NasDem Dorong Pemulangan Prasasti Pucangan
Jum'at, 09 September 2022 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
FGD Harmoni Budaya Indonesia yang dipersembahkan Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai NasDem bersama Forum Diskusi Denpasar 12 itu juga menyuguhkan pameran lukisan karya Sudjiwo Tedjo.
Hadir pula sebagai narasumber, Ketua Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP NasDem, Suyoto, dan Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel. Sementara itu Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia, Hilmar Farid dan Sesepuh Kampung Riwil, Tatak hadir secara daring.
Badan Budaya Partai Politik
Dalam acara itu Farhan juga menekankan dua aspek penting hadirnya Badan Budaya pada sebuah partai politik. Yakni membentuk karakter dan nilai-nilai dengan perspektif kebudayaan yang lebih luas tidak hanya sekadar pementasan pertunjukan.
Rachmat Gobel menjabarkan Badan Budaya tidak hanya sekadar menjadi atribut pemanis jargon politik belaka. Badan Budaya harus menjadi medium yang dihidupi dan menghidupi kebudayaan.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid menyampaikan sejumlah penekanan. Misalnya diperlukan adanya turunan mekanisme pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual publik. Baca juga: Budak Istimewa Era Raja Airlangga yang Konon Punya Ilmu Kesaktian
Hadir pula sebagai narasumber, Ketua Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP NasDem, Suyoto, dan Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel. Sementara itu Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia, Hilmar Farid dan Sesepuh Kampung Riwil, Tatak hadir secara daring.
Badan Budaya Partai Politik
Dalam acara itu Farhan juga menekankan dua aspek penting hadirnya Badan Budaya pada sebuah partai politik. Yakni membentuk karakter dan nilai-nilai dengan perspektif kebudayaan yang lebih luas tidak hanya sekadar pementasan pertunjukan.
Rachmat Gobel menjabarkan Badan Budaya tidak hanya sekadar menjadi atribut pemanis jargon politik belaka. Badan Budaya harus menjadi medium yang dihidupi dan menghidupi kebudayaan.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid menyampaikan sejumlah penekanan. Misalnya diperlukan adanya turunan mekanisme pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual publik. Baca juga: Budak Istimewa Era Raja Airlangga yang Konon Punya Ilmu Kesaktian
Lihat Juga :