3 Kisah Kejujuran Jenderal Hoegeng yang Menyentuh Hati
Kamis, 08 September 2022 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
3. Membuang Barang Mewah Pemberian Bandar Judi
Pada 1956, Jenderal Hoegeng ditugaskan ke Medan, Sumatera Utara. Kala itu, kondisi Medan cukup banyak kasus kejahatan yang merajalela. Tugasnya pun cukup berat, karena aparat di sana telah banyak dibuat tak berkutik dengan godaan suap seperti uang, barang mewah, atau wanita sekalipun.
Cerita soal intrik para bandar judi benar-benar terbukti. Saat Hoegeng baru mendarat di Pelabuhan Belawan, utusan seorang bandar judi sudah mendekatinya dan mengatakan sudah ada mobil dan rumah untuk Hoegeng sebagai hadiah dari para pengusaha.
Jenderal Hoegeng menolaknya dengan halus dan lebih memilih tinggal di Hotel De Boer sembari menunggu sampai rumah dinasnya tersedia. Saat rumah dinasnya siap ditempati, Hoegeng terkejut karena rumah tersebut sudah penuh dengan barang-barang mewah.
Terdapat kulkas, piano, hingga sofa mahal yang kala itu bahkan belum ada di rumah pejabat sekelas menteri. Usut punya usut, ternyata barang tersebut merupakan pemberian dari para bandar judi.
Mengetahui hal ini, Hoegeng langsung meminta agar barang-barang mewah itu dikeluarkan dari rumahnya. Hingga waktu yang ditentukan, utusan bandar judi itu tidak juga memindahkan barang-barang mewah tersebut. Hoegeng memerintahkan polisi pembantunya dan para kuli angkut mengeluarkan barang-barang itu dari rumahnya diletakkan begitu saja di depan rumah.
Pada 1956, Jenderal Hoegeng ditugaskan ke Medan, Sumatera Utara. Kala itu, kondisi Medan cukup banyak kasus kejahatan yang merajalela. Tugasnya pun cukup berat, karena aparat di sana telah banyak dibuat tak berkutik dengan godaan suap seperti uang, barang mewah, atau wanita sekalipun.
Cerita soal intrik para bandar judi benar-benar terbukti. Saat Hoegeng baru mendarat di Pelabuhan Belawan, utusan seorang bandar judi sudah mendekatinya dan mengatakan sudah ada mobil dan rumah untuk Hoegeng sebagai hadiah dari para pengusaha.
Jenderal Hoegeng menolaknya dengan halus dan lebih memilih tinggal di Hotel De Boer sembari menunggu sampai rumah dinasnya tersedia. Saat rumah dinasnya siap ditempati, Hoegeng terkejut karena rumah tersebut sudah penuh dengan barang-barang mewah.
Terdapat kulkas, piano, hingga sofa mahal yang kala itu bahkan belum ada di rumah pejabat sekelas menteri. Usut punya usut, ternyata barang tersebut merupakan pemberian dari para bandar judi.
Mengetahui hal ini, Hoegeng langsung meminta agar barang-barang mewah itu dikeluarkan dari rumahnya. Hingga waktu yang ditentukan, utusan bandar judi itu tidak juga memindahkan barang-barang mewah tersebut. Hoegeng memerintahkan polisi pembantunya dan para kuli angkut mengeluarkan barang-barang itu dari rumahnya diletakkan begitu saja di depan rumah.
(bim)
Lihat Juga :