Bencana Jadi Ancaman Utama Indonesia, Wapres: Komcad Siap Digerakkan Sewaktu-waktu

Kamis, 08 September 2022 - 15:25 WIB
loading...
Bencana Jadi Ancaman Utama Indonesia, Wapres: Komcad Siap Digerakkan Sewaktu-waktu
Wapres Ma’ruf Amin bersama Menhan Prabowo di Lapangan Terbang Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/9/2022). Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, ancaman utama yang dihadapi bangsa Indonesia adalah bencana. Mengingat, Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, tsunami, juga berada pada ring of fire atau cincin api yang menyebabkan erupsi gunung api.

Oleh karena itu, Wapres mengatakan, Komponen Cadangan (Komcad) harus siap menjadi tenaga yang bisa digerakkan sewaktu-waktu.

Baca juga: BNPB: 95% Bencana di Indonesia adalah Bencana Hidrometeorologi

Hal itu diungkapkan Wapres usai menetapkan sebanyak 2.974 Komponen Cadangan (Komcad) Tahun Anggaran 2022 di Lapangan Terbang Suparlan, Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/9/2022).

"Utamanya yang kita hadapi itu bencana ya, bisa terjadi di mana-mana, dan karena itu kita siap tenaga cadangan yang bisa digerakkan sewaktu-waktu," katanya.

Baca juga: Beradaptasi Dengan Bencana

Wapres pun mengatakan, semua masyarakat sesuai dengan Undang-Undang wajib ikut bela negara. Sehingga kata Wapres, dengan penguatan Komponen Cadangan menjadi ikhtiar untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa termasuk bencana.

"Memang sekarang sesuai dengan undang-undang itu wajib semua warga negara ikut bela negara, menjaga, menyelamatkan, karena itu maka negara harus menyiapkan komponen-komponen cadangan," jelas Wapres.

Wapres mengatakan meskipun saat ini Komponen Cadangan masih dua angkatan yang tersebar di 13 batalyon, kedepan diharapkan akan terus bertambah.

"Tapi karena memang masih dua angkatan, saya harapkan dia terus 2023 akan bertambah. Targetnya 40 batalyon, sekarang baru 13 batalyon. Jadi, mereka telah dilatih, mereka kembali ke masyarakat, dan mereka siap untuk digunakan jika negara membutuhkan," katanya.
(maf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2649 seconds (11.97#12.26)