Luncurkan Buku Visioning Indonesia, Cak Imin Siapkan Visi Pilpres 2024
Rabu, 07 September 2022 - 20:24 WIB
loading...
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar meluncurkan buku berjudul Visioning Indonesia: Arah Kebijakan dan Peta Jalan Kesejahteraan, Rabu (7/9/2022). FOTO/SINDOnews/KISWONDARI.
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar meluncurkan buku berjudul Visioning Indonesia: Arah Kebijakan dan Peta Jalan Kesejahteraan. Buku karya Cak Imin ini berisi tentang politik kesejahteraan.
"Ini serial buku saya tentang politik kesejahteraan. Buku ini serial yang kedua yang insyaAllah ada serial yang ketiga dan keempat," kata Muhaimin kepada wartawan di The Dome Senayan Park, Jakarta, Rabu (7/9/2022).
Peluncuran buku Visioning Indonesia juga menghadirkan beberapa narasumber yakni pakar konstitusi Yudi Latif, Dubes RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Thohari, pengamat politik Rocky Gerung, presenter Najwa Shihab, dan ekonom Faisal Basri. Menurut Cak Imin, para narasumber mengelaborasi sekaligus memperkaya khazanah tujuan kesejahteraan yang harus terus didengungkan.
"Agar kesenjangan antara cita-cita keadilan sosial yang normatif, tingkat kesejahteraan ini tidak senjang dengan apa yang menjadi realitas. Hari ini kita masih punya banyak pekerjaan," ujarnya.
Cak Imin mengatakan, persoalan kesejahteraan bukan salah siapa-siapa. Sebab yang salah adalah realitas, sehingga dalam pelaksanaannya melaksanakan tujuan kesejahteraan diperlukan konsistensi.
"Ini serial buku saya tentang politik kesejahteraan. Buku ini serial yang kedua yang insyaAllah ada serial yang ketiga dan keempat," kata Muhaimin kepada wartawan di The Dome Senayan Park, Jakarta, Rabu (7/9/2022).
Peluncuran buku Visioning Indonesia juga menghadirkan beberapa narasumber yakni pakar konstitusi Yudi Latif, Dubes RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Thohari, pengamat politik Rocky Gerung, presenter Najwa Shihab, dan ekonom Faisal Basri. Menurut Cak Imin, para narasumber mengelaborasi sekaligus memperkaya khazanah tujuan kesejahteraan yang harus terus didengungkan.
"Agar kesenjangan antara cita-cita keadilan sosial yang normatif, tingkat kesejahteraan ini tidak senjang dengan apa yang menjadi realitas. Hari ini kita masih punya banyak pekerjaan," ujarnya.
Cak Imin mengatakan, persoalan kesejahteraan bukan salah siapa-siapa. Sebab yang salah adalah realitas, sehingga dalam pelaksanaannya melaksanakan tujuan kesejahteraan diperlukan konsistensi.
Lihat Juga :