Refly: Susah Tegakkan Good Governance Kalau Pelanggarnya di Pusat Kekuasaan
Kamis, 02 Juli 2020 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Refly berharap, sebagai orang professional, Erick thohir mau membenahi hal-hal semacam itu. Hanya dia sendiri meragukan Erick Tohir bisa melakukan itu karena posisinya adalah pembantu presiden.
”Kalau presiden tidak memberikan clear message untuk membenai BUMN, ya susah juga,” ujarnya.
Refly pun menyindir kemarahan Jokowi belum lama ini. ”Jadi kalau presiden marah-marah, tapi at the same time dia membiarkan praktik-praktik yang begini di BUMN, ya orang akan mencibir. Bagaimana kita mau profesional kalau tiba2 dua wakil menteri menjadi komisaris di salah satu perusahaan besar dengan tantiem rata-rata per bulan lebih dari Rp1 miliar?” kata Refly.
”Kalau presiden tidak memberikan clear message untuk membenai BUMN, ya susah juga,” ujarnya.
Refly pun menyindir kemarahan Jokowi belum lama ini. ”Jadi kalau presiden marah-marah, tapi at the same time dia membiarkan praktik-praktik yang begini di BUMN, ya orang akan mencibir. Bagaimana kita mau profesional kalau tiba2 dua wakil menteri menjadi komisaris di salah satu perusahaan besar dengan tantiem rata-rata per bulan lebih dari Rp1 miliar?” kata Refly.
(muh)
Lihat Juga :