Mensos Juliari Batubara: Kita Tugasnya Bekerja, Tidak Pikir Reshuffle

Rabu, 01 Juli 2020 - 18:38 WIB
loading...
Mensos Juliari Batubara:...
Mensos Juliari Batubara didampingi Ketua MPR Bambang Soesatyo menyerahkan (bansos) sembako Presiden kepada keluarga purnawirawan eks pejuang Timor Timur di Kompleks Seroja Eks Pejuang Timtim, Bekasi, Selasa (16/6/2020). Foto/SINDOnews/Ramadhan Adiputra
A A A
JAKARTA - Isu perombakan atau reshuffle kabinet merebak pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja para menteri dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis 18 Juni 2020.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara menegaskan reshuffle kabinet merupakan kewenangan Presiden.

Selama ini, dirinya hanya bekerja melaksanakan tugas. “Ya itu kan hak prerogatifnya Presiden, ya kita tugasnya kerja saja, gitu,” kata Juliari saat ditanya soal reshuffle seusai Rapat Kerja (Raker) Gabungan dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Saat ditanya soal wacana pergeseran pos menteri, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga enggan memikirkannya. Baginya, yang terpenting adalah bekerja ketimbang memikirkan soal isu reshuffle kabinet itu.

“Ya kita enggak pikirin kayak gitulah. Kita kerja saja. Kita tugasnya kerja, enggak pikir reshuffle,” katanya
(Baca juga: Tito Karnavian: Reshuffle Itu Urusan Allah dan Prerogatif Presiden )


Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga tidak terlalu memikirkan soal isu reshuffle kabinet. Karena, menurut dia, jabatan merupakan kehendak Tuhan dan juga Presiden Jokowi sebagai pemilik hak prerogatif.

“Ada yang menyampaikan agar saya diusulkan tidak di-reshuffle, bagi saya secara pribadi masalah reshuffle itu adalah urusan Allah SWT dan prerogatif presiden,” ujar Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 30 Juni 2020.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Berita Terkini
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved