Terima Kunjungan PKC, Airlangga Akan Tingkatkan Kerja Sama Bidang Telekomunikasi dan Perikanan

Rabu, 31 Agustus 2022 - 17:48 WIB
loading...
Terima Kunjungan PKC, Airlangga Akan Tingkatkan Kerja Sama Bidang Telekomunikasi dan Perikanan
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat melakukan pertemuan dengan Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Liu Jianchao di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta Barat, Rabu (31/8/2022). Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan terus meningkat kerja sama di sektor perikanan dan telekomunikasi dengan China. Hal tersebut disampaikan Airlangga usai menerima kunjungan Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Liu Jianchao di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta Barat, Rabu (31/8/2022) sore.

"Pada kesempatan ini dibahas beberapa hal yang sebagai juga tindak lanjut dari pertemuan dengan Bapak Presiden di mana ada dari segi ekonomi beberapa sektor yang diberikan catatan di beberapa sektor," ujar Airlangga Hartarto.

Selain mendorong kerja sama diplomatik antarkedua negara dan kerja sama antarpartai politik dalam hal ini Partai Golkar dan Partai Komunis China juga mendorong kerja sama ekonomi antarkedua negara. "Di antaranya adalah sektor perikanan. Ini merupakan salah satu sektor yang penting protein di China itu lebih dari 60 persen protein itu dari ikan. Sehingga Indonesia juga yang daerah kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya kelautan ini mempunyai potensi yang besar," ungkap Airlangga.

Baca juga: Airlangga Terima Kunjungan Partai Komunis China, Ini yang Dibahas

Kompleks perikanan yang ada di Tual, kata Airlangga Hartarto, juga menjadi perhatian yang cukup intens oleh China. Kerja sama lainnya, kata Airlangga, terkait dengan pengembangan strategis ke depan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kerja sama di sektor telekomunikasi dan semikonduktor ditingkatkan.

"Kita ketahui perusahaan-perusahaan dari China sangat kuat di sektor semikonduktor dan juga telekomunikasi termasuk teknologi 5G, di mana itu merupakan TV digital infrastruktur daripada transformasi digital. Kehadiran 5G pasti akan mempercepat transformasi digital dan Indonesia saat sekarang masih menggunakan 4G dan melakukan prototipe daripada 5G itu sendiri," imbuhnya.

Apalagi keberadaan teknologi tersebut diperlukan infrastruktur fiber optik satelit dan yang lain ini menjadi bagian yang penting dari pengembangan teknologi 5G. "Tentunya kita membahas beberapa tantangan ke depan seperti terkait dengan ketersediaan pangan kita belajar dari China yang bisa menyediakan pangan untuk 1,4 miliar orang dan Indonesia dengan 270 juta penduduk tentu harus belajar bagaimana meningkatkan produktivitas di sektor pertanian," katanya.

Kerja sama dalam meningkatkan produktivitas pertanian tersebut, kata Airlangga, dapat dilakukan dengan melakukan intensifikasi dan produktivitas. "Termasuk asupan teknologi dalam pengembangan agrikultur yang selalu menjadi catatan Bapak Presiden," pungkasnya.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1416 seconds (10.55#12.26)