Letjen Arie Jeffry Kumaat, Kepala BIN Pertama Peraih Adhi Makayasa
Kamis, 25 Agustus 2022 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Setahun berselang pada 9 Agustus 2001, Presiden Megawati Sukarnoputri kemudian mencopot Arie sebagai Kepala BIN. Posisinya lalu digantikan AM Hendropriyono.
Karier militer Arie cukup cemerlang. Ia mengawalinya sebagai Komandan Batalyon Brigade Infanteri I Jaya Sakti, Jakarta dan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim), Jakarta Selatan.
Dari Jakarta, Arie kemudian ditunjuk menjadi Komandan Komando Resort Militer 163/Wirasatya (Korem), Bali dan berlanjut menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Dia kemudian ditarik kembali ke Ibu Kota menjadi Kepala Staf Garnisun I Ibu kota, Jakarta.
Sepak terjang Arie di dunia intelijen Tanah Air mulai diasah ketika menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA). BIA merupakan lembaga yang dibentuk Presiden Soeharto untuk mengurangi mandat Badan Intelijen Strategis (Bais) pasca dicopotnya LB Moerdani sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) pada 1993.
Masih di dunia intelijen, Arie lalu dipercaya menduduki jabatan Direktur D Badan Intelijen Strategis (BAIS). Karier militernya kemudian berlanjut menjadi Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan, Medan (September 1994-Agustus 1995), Asisten Teritorial Kasum ABRI (Agustus 1995-29 Agustus 1997), Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) ABRI (29 Agustus 1997-28 Mei 1998), dan dan Kepala Pusat Koordinasi Kegiatan Penegakan Hukum dan Sistem Keamanan Departemen Pertahanan (Mei 1998-November 1999).
Karier militer Arie cukup cemerlang. Ia mengawalinya sebagai Komandan Batalyon Brigade Infanteri I Jaya Sakti, Jakarta dan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim), Jakarta Selatan.
Dari Jakarta, Arie kemudian ditunjuk menjadi Komandan Komando Resort Militer 163/Wirasatya (Korem), Bali dan berlanjut menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Dia kemudian ditarik kembali ke Ibu Kota menjadi Kepala Staf Garnisun I Ibu kota, Jakarta.
Sepak terjang Arie di dunia intelijen Tanah Air mulai diasah ketika menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA). BIA merupakan lembaga yang dibentuk Presiden Soeharto untuk mengurangi mandat Badan Intelijen Strategis (Bais) pasca dicopotnya LB Moerdani sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) pada 1993.
Masih di dunia intelijen, Arie lalu dipercaya menduduki jabatan Direktur D Badan Intelijen Strategis (BAIS). Karier militernya kemudian berlanjut menjadi Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan, Medan (September 1994-Agustus 1995), Asisten Teritorial Kasum ABRI (Agustus 1995-29 Agustus 1997), Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) ABRI (29 Agustus 1997-28 Mei 1998), dan dan Kepala Pusat Koordinasi Kegiatan Penegakan Hukum dan Sistem Keamanan Departemen Pertahanan (Mei 1998-November 1999).
Lihat Juga :