Survei MIPOS: Prabowo Capres 2024 dengan Sentimen Negatif Paling Sedikit
Rabu, 24 Agustus 2022 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan analisis percakapan warganet sejak 9 hingga 20 Agustus 2022, Prabowo merupakan capres yang memiliki sentimen positif tertinggi sebesar 35,41% dari warganet (netizen).
"Khusus tentang Prabowo, sebanyak 35,41% warganet yang mempercakapkan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut cenderung menyampaikan ujaran positif. Hanya 2,43% yang menyampaikan ujaran negatif dan 62,16% percakapan cenderung bersifat netral," katanya.
Ibnu mengatakan, jika mengacu pada hasil riset MIPOS sebelumnya pada April 2022, sentimen positif dari publik terhadap Prabowo Subianto semakin menguat, sementara sentimen negatifnya semakin menurun. "Saat itu Prabowo memperoleh sentimen positif dari warganet sebesar 25,40% dan sentimen negatif sebesar 12,40%," katanya.
Sebagai informasi, riset MIPOS kali ini menggunakan pendekatan Natural Language Processing (NLP) untuk mengekstraksi opini warganet (netizen) dalam bentuk teks. Metode ekstraksi opini dilakukan dengan teknik Knowledge Discovery in Database (KDD).
Dataset dalam riset diperoleh dari 9 hingga 20 Agustus 2022. Penentuan periode riset ini didasarkan pada dua event besar dalam panggung politik nasional yang terjadi sebelumnya, yakni deklarasi kesiapan Prabowo maju sebagai capres 2024 dan deklarasi koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
"Khusus tentang Prabowo, sebanyak 35,41% warganet yang mempercakapkan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut cenderung menyampaikan ujaran positif. Hanya 2,43% yang menyampaikan ujaran negatif dan 62,16% percakapan cenderung bersifat netral," katanya.
Ibnu mengatakan, jika mengacu pada hasil riset MIPOS sebelumnya pada April 2022, sentimen positif dari publik terhadap Prabowo Subianto semakin menguat, sementara sentimen negatifnya semakin menurun. "Saat itu Prabowo memperoleh sentimen positif dari warganet sebesar 25,40% dan sentimen negatif sebesar 12,40%," katanya.
Sebagai informasi, riset MIPOS kali ini menggunakan pendekatan Natural Language Processing (NLP) untuk mengekstraksi opini warganet (netizen) dalam bentuk teks. Metode ekstraksi opini dilakukan dengan teknik Knowledge Discovery in Database (KDD).
Dataset dalam riset diperoleh dari 9 hingga 20 Agustus 2022. Penentuan periode riset ini didasarkan pada dua event besar dalam panggung politik nasional yang terjadi sebelumnya, yakni deklarasi kesiapan Prabowo maju sebagai capres 2024 dan deklarasi koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
(cip)
Lihat Juga :