Wapres: Perlu Gerakan Masif dan Terkoordinasi Tangani Terorisme dan Radikalisme
Selasa, 23 Agustus 2022 - 22:09 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan perlu gerakan secara masif dan terkoordinasi untuk menangani terorisme dan radikalisme di Indonesia. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan perlu gerakan secara masif dan terkoordinasi untuk menangani terorisme dan radikalisme di Indonesia. Dia pun mendukung dibentuknya lembaga pengkajian yang terpusat.
“Perlu adanya gerakan yang dimasifkan dan lebih terkoordinasi antarlembaga yang menangani,” ujar Wapres dalam audiensinya saat menerima Pimpinan Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme, Center for Terrorism and Radicalism Studies (CTRS) di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta, Selasa (23/8/2022). Baca juga: Dukung Pemulihan Korban Terorisme, BNPT Kolaborasi dengan Sejumlah Pihak
Wapres menjelaskan keberadaan lembaga pengkajian yang khusus meneliti dan menganalisa aksi terorisme dan radikalisme menjadi sangat penting sebagai upaya menangkal dan menerapkan sikap antisipatif terhadap keberadaannya.
“Menurut saya, lembaga pengkajian itu penting. Mesti ada kolaborasi untuk bekerja sama,” kata Wapres.
Lebih jauh, Wapres mendukung adanya lembaga pengkajian yang dipusatkan pada satu lembaga, sehingga Kementerian/Lembaga tidak melakukan pekerjaan yang sama untuk bidang yang sama. Hal tersebut dilakukan dengan harapan hasil penelitian dapat dijadikan rujukan bersama antarlembaga terkait.
“Dan saya setuju kalau kajian itu dilakukan bersama-sama, seperti BRIN itu, kan disentralkan, nanti yang lain memakai hasilnya,” terangnya.
Selain itu, Wapres menekankan agar kementerian atau lembaga dapat melakukan pengkajian atau riset secara efektif agar mendapatkan hasil kerja optimal tanpa menghamburkan anggaran negara dengan percuma.
“Perlu adanya gerakan yang dimasifkan dan lebih terkoordinasi antarlembaga yang menangani,” ujar Wapres dalam audiensinya saat menerima Pimpinan Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme, Center for Terrorism and Radicalism Studies (CTRS) di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta, Selasa (23/8/2022). Baca juga: Dukung Pemulihan Korban Terorisme, BNPT Kolaborasi dengan Sejumlah Pihak
Wapres menjelaskan keberadaan lembaga pengkajian yang khusus meneliti dan menganalisa aksi terorisme dan radikalisme menjadi sangat penting sebagai upaya menangkal dan menerapkan sikap antisipatif terhadap keberadaannya.
“Menurut saya, lembaga pengkajian itu penting. Mesti ada kolaborasi untuk bekerja sama,” kata Wapres.
Lebih jauh, Wapres mendukung adanya lembaga pengkajian yang dipusatkan pada satu lembaga, sehingga Kementerian/Lembaga tidak melakukan pekerjaan yang sama untuk bidang yang sama. Hal tersebut dilakukan dengan harapan hasil penelitian dapat dijadikan rujukan bersama antarlembaga terkait.
“Dan saya setuju kalau kajian itu dilakukan bersama-sama, seperti BRIN itu, kan disentralkan, nanti yang lain memakai hasilnya,” terangnya.
Selain itu, Wapres menekankan agar kementerian atau lembaga dapat melakukan pengkajian atau riset secara efektif agar mendapatkan hasil kerja optimal tanpa menghamburkan anggaran negara dengan percuma.
Lihat Juga :