Pertemuan Puan dan Surya Paloh Akan Pengaruhi Dinamika Koalisi 2024
Senin, 22 Agustus 2022 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Ia menilai, di titik inilah kepiawaian Puan meretas koalisi sangat dinantikan. Sebab, untuk menghasilkan kemenangan 3 kali berturut-turut dalam Pileg dan Pilpres, PDIP tak bisa sendirian. Realitas politik saat Pemilu 1999 bisa dijadikan pengalaman bahwa meski PDIP memenangi Pileg, tapi hanya mampu menempatkan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Baca juga: Puan Maharani Kunjungi Surya Paloh: Silaturahmi untuk Hindari Miskomunikasi
"Situasi itu mirip dengan kondisi saat ini ketika dalam berbagai temuan lembaga survei kredibel terbaru, PDIP masih bertengger di peringkat teratas dalam Pemilu Legislatif, tapi menghadapi kompleksitas pada figur capres yang akan diusung karena yang mengemuka adalah Puan Maharani dan Ganjar Pranowo," katanya.
Agung mengungkapkan tiga skenario bagi PDIP di Pilpres 2024. Pertama, jika PDIP mengusung Puan menjadi capres, maka terbuka koalisi dengan KIB. Sebab, hingga saat ini KIB belum menentukan capres dan cawapresnya.
"Bila tetap menduetkan Puan-Airlangga atau sebaliknya Airlangga-Puan, maka semakin mempersempit ceruk massa yang akan diraih, karena kedua tokoh ini kental sebagai figur nasionalis," kata Agung.
Skenario kedua, jika PDIP bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, maka Puan kemungkinan diposisikan sebagai cawapres karena Prabowo adalah kandidat capres terkuat dari koalisi ini. Posisi tawar Prabowo sangat kuat karena bersama PKB atau tanpa PDIP, KIR telah memenuhi presidential threshold.
Baca juga: Puan Maharani Kunjungi Surya Paloh: Silaturahmi untuk Hindari Miskomunikasi
"Situasi itu mirip dengan kondisi saat ini ketika dalam berbagai temuan lembaga survei kredibel terbaru, PDIP masih bertengger di peringkat teratas dalam Pemilu Legislatif, tapi menghadapi kompleksitas pada figur capres yang akan diusung karena yang mengemuka adalah Puan Maharani dan Ganjar Pranowo," katanya.
Agung mengungkapkan tiga skenario bagi PDIP di Pilpres 2024. Pertama, jika PDIP mengusung Puan menjadi capres, maka terbuka koalisi dengan KIB. Sebab, hingga saat ini KIB belum menentukan capres dan cawapresnya.
"Bila tetap menduetkan Puan-Airlangga atau sebaliknya Airlangga-Puan, maka semakin mempersempit ceruk massa yang akan diraih, karena kedua tokoh ini kental sebagai figur nasionalis," kata Agung.
Skenario kedua, jika PDIP bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, maka Puan kemungkinan diposisikan sebagai cawapres karena Prabowo adalah kandidat capres terkuat dari koalisi ini. Posisi tawar Prabowo sangat kuat karena bersama PKB atau tanpa PDIP, KIR telah memenuhi presidential threshold.
Lihat Juga :