Pertemuan PDIP dan Nasdem, Puan Jadi Penentu Peta Koalisi Pilpres 2024

Senin, 22 Agustus 2022 - 15:59 WIB
loading...
Pertemuan PDIP dan Nasdem,...
Ketua PDIP Puan Maharani dan jajaran pengurus PDIP lainnya saat berkunjung ke Kantor Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Senin (22/8/2022). FOTO/MPI/CARLOS ROY FAJARTA
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Ketua DPP PDIP Puan Maharani akan menjadi kunci dalam menentukan langkah partai berlambang banteng itu ke depan. Sebab, Puan sudah diberi mandat oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membuka komunikasi dengan semua partai politik.

"Ditunjuknya Puan sebagai pembuka komunikasi ke parpol lain ini sebuah langkah yang baik menurut saya. Karena Puan selaku tokoh muda tak punya beban masa lalu dan akan lebih luwes berkomunikasi dengan tokoh politik manapun," kata Pangi merespons kunjungan Puan ke Kantor Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Senin (22/8/2022).

Menurut Pangi, sikap politik PDIP dinilai akan menjadi penentu dalam peta politik menuju pilpres 2024 mendatang. Langkah PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 sekaligus pemegang kursi terbanyak di Parlemen dinanti oleh seluruh partai politik.

Baca juga: Didampingi Elite PDIP, Puan Maharani Tiba di Nasdem Tower

Ia menilai koalisi yang sudah terbangun antara sejumlah partai politik saat ini bisa dilihat hanya sekedar penjajakan dan basa-basi. Sebab, koalisi yang terbentuk belum mempunyai arah yang jelas.

"Praktis nggak ada satu pun sampai sekarang yang koalisinya sudah matang. Itu menurut saya karena masih menunggu PDI-P," katanya.

Pangi mencontohkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP. Ia menilai koalisi yang dibentuk ketiga parpol itu belum matang karena belum jelas calon yang akan diusung. Begitu juga dengan koalisi antara Partai Gerindra dan PKB.

"Koalisi ini tidak percaya diri untuk deklarasi karena masih menunggu ada partai lain yang ingin gabung," kata Pangi.

Baca juga: Ini Alasan PDIP Sambangi Nasdem Pertama Kali dalam Safari Politik

Partai sisanya yakni Nasdem, PKS, dan Demokrat justru sampai saat ini tak jelas apakah akan berkoalisi dan membentuk poros sendiri. "Hampir semua parpol koalisi masih wait and see, enggak ada satu pun yang clear," katanya.

Ia meyakini hal ini terjadi karena PDIP selaku partai pemilik kursi terbanyak di Parlemen belum bersikap. Meski bisa mengusung capres dan cawapres sendiri dalam pilpres 2024 mendatang, tapi PDIP terkesan hati-hati. Pangi memprediksi, PDIP baru akan bergerak di detik-detik terakhir jelang pendaftaran pasangan calon. Pergerakan PDIP nantinya bukan tidak mungkin bisa membuyarkan koalisi yang saat ini sudah terbangun.

"Jadi kalau PDIP enggak memulai, enggak akan ada yang berani mengambil langkah," kata Pangi.

Maka, lanjut Pangi, langkah Puan yang memulai safari politik bisa menjadi awal yang menentukan perkembangan dan dinamika koalisi politik ke depan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Berita Terkini
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved