Bersiap Menghadapi Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Senin, 22 Agustus 2022 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Luhut, Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin pemerintah mempertahankan terus harga BBM dalam negeri yang termasuk termurah dibanding negara lain.
Akan tetapi, selang sehari kemudian, Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kenaikan harga BBM subsidi tidak dilakukan dalam waktu dekat ini. Menurut dia saat ini telah disampaikan beberapa skenario terkait kebijakan harga BBM sehingga kenaikan tersebut tidak dilakukan pada kuartal III/2022.
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga menegaskan bahwa kebijakan harga BBM saat ini masih digodok pemerintah.Menurut Wapres, jika pun ada ada kenaikan harga BBM, hal ini dilakukan supaya subsidi bisa berkelanjutan. Dia juga memastikan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah adalah untuk kepentingan masyarakat.
Sebelumnya pada koferensi pers APBN 2023 disebutkan,saat ini pemerintah masih terus memberikan subsidi BBM seperti jenis pertalite dengan membanderol harga Rp7.650 per liter, jauh di atas harga keekonomian Rp17.200 per liter. Adapun harga solar bersubsidi dijual oleh Pertamina Rp5.150 per liter, jauh di atas harga keekonomian Rp19.150 per liter.
Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi jenis solar dan BBM penugasan jenis pertalite, juga tidak lepas dari kuota kedua produk tersebut yang kian menipis. Hingga Juli lalu konsumsi BBM pertalite sudah mencapai 16,8 juta kiloliter (KL) atau 73,04% dari total kuota 23 juta KL. Dengan demikian hanya tersisa kuota sebanyak 6,2 juta KL.
Akan tetapi, selang sehari kemudian, Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kenaikan harga BBM subsidi tidak dilakukan dalam waktu dekat ini. Menurut dia saat ini telah disampaikan beberapa skenario terkait kebijakan harga BBM sehingga kenaikan tersebut tidak dilakukan pada kuartal III/2022.
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga menegaskan bahwa kebijakan harga BBM saat ini masih digodok pemerintah.Menurut Wapres, jika pun ada ada kenaikan harga BBM, hal ini dilakukan supaya subsidi bisa berkelanjutan. Dia juga memastikan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah adalah untuk kepentingan masyarakat.
Sebelumnya pada koferensi pers APBN 2023 disebutkan,saat ini pemerintah masih terus memberikan subsidi BBM seperti jenis pertalite dengan membanderol harga Rp7.650 per liter, jauh di atas harga keekonomian Rp17.200 per liter. Adapun harga solar bersubsidi dijual oleh Pertamina Rp5.150 per liter, jauh di atas harga keekonomian Rp19.150 per liter.
Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi jenis solar dan BBM penugasan jenis pertalite, juga tidak lepas dari kuota kedua produk tersebut yang kian menipis. Hingga Juli lalu konsumsi BBM pertalite sudah mencapai 16,8 juta kiloliter (KL) atau 73,04% dari total kuota 23 juta KL. Dengan demikian hanya tersisa kuota sebanyak 6,2 juta KL.
Lihat Juga :