Kasus Pembunuhan Brigadir J Harus Diusut Tuntas untuk Kembalikan Citra Kepolisian
Minggu, 14 Agustus 2022 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Ali juga menyoroti masih adanya perlawanan di internal kepolisian yang sengaja menghambat dan memperlambat pengusutan karena berbagai kepentingan tertentu. Perlawanan perwira di internal kepolisian, menurut Ali, disebabkan banyak faktor, seperti solidaritas kepada Irjen FS, faktor ancaman kehilangan jabatan dan penghasilan, dan faktor pragmatis politis yang ingin memanfaatkan kasus untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
“Ada indikasi perlawanan di internal, hal itu karena ada yang solider sebagai teman FS, ada yang takut hilang jabatan dan pendapatan, tapi ada juga yang memanfaatkan untuk mendapat pencitraan dan kepentingan pribadi,” ucapnya.
Ali mengingatkan internal Polri untuk tidak ada pihak yang memanfaatkan peristiwa ini demi kepentingan pribadi atau kelompok, apalagi untuk menjatuhkan Kapolri. Kabareskrim yang secara khusus paling bertanggung jawab dalam mengusut dan menyidik kasus ini, juga diminta untuk bekerja secara profesional dan transparan. “Kabarekrim harus steril dari kepentingan yang kontraproduktif dan harus dalam satu komando di bawah Kapolri," tegas Ali.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Polri solid dalam satu komando di bawah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Hal itu disampaikan Dedi menanggapi isu perlawanan di internal kepolisian paska penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka.
“Sebanyak 460.000 anggota Polri dipastikan setia, tunduk, dan taat kepada pimpinan tertinggi, yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, semuanya full under control pada Kapolri. Penindakan dan pengusutan tanpa pandang bulu ini merupakan komitmen Bapak Kapolri dalam rangka mengevaluasi secara menyeluruh dampak yang ditmbulkan dari kasus ini,” ucapnya.
“Ada indikasi perlawanan di internal, hal itu karena ada yang solider sebagai teman FS, ada yang takut hilang jabatan dan pendapatan, tapi ada juga yang memanfaatkan untuk mendapat pencitraan dan kepentingan pribadi,” ucapnya.
Ali mengingatkan internal Polri untuk tidak ada pihak yang memanfaatkan peristiwa ini demi kepentingan pribadi atau kelompok, apalagi untuk menjatuhkan Kapolri. Kabareskrim yang secara khusus paling bertanggung jawab dalam mengusut dan menyidik kasus ini, juga diminta untuk bekerja secara profesional dan transparan. “Kabarekrim harus steril dari kepentingan yang kontraproduktif dan harus dalam satu komando di bawah Kapolri," tegas Ali.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Polri solid dalam satu komando di bawah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Hal itu disampaikan Dedi menanggapi isu perlawanan di internal kepolisian paska penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka.
“Sebanyak 460.000 anggota Polri dipastikan setia, tunduk, dan taat kepada pimpinan tertinggi, yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, semuanya full under control pada Kapolri. Penindakan dan pengusutan tanpa pandang bulu ini merupakan komitmen Bapak Kapolri dalam rangka mengevaluasi secara menyeluruh dampak yang ditmbulkan dari kasus ini,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :