Sejarah dan Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis di Makassar
Minggu, 14 Agustus 2022 - 04:00 WIB
loading...
Pemberontakan Andi Azis dipicu ketidakpuasan atas dibubarkannya RIS, Foto/IKPNI
A
A
A
JAKARTA - Pemberontakan Andi Azis menjadi salah satu gerakan perlawanan yang muncul pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Pemberontakan ini terjadi pada 5 April 1950 di Makassar, Sulawesi Selatan. Andi Azis, pemimpin pemberotakan, adalah mantan perwira KNIL dengan pangkat kapten.
Andi Azis dan pasukannya menuntut pemerintah Indonesia untuk menjadikan mereka sebagai sattu-satunya pasukan keamanan untuk mengamankan situasi di Makassar. Pada saat itu, di Makassar sering terjadi bentrok antara kelompok propersatuan dengan kelompok pro-negara federal sebagai imbas dibubarkannya Republik Indonesia Serikat (RIS) dan kembalinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Andi Azis, hanya tentara APRIS dari KNIL yang bertanggung jawab atas keamanan di Makassar.
Baca juga: Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Dikutip dari jurnal berjudul Peranan April Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Keutuhan RIS karya Andik Suryawan, pemberontakan bermula ketika Andi Azis meyatakan keluar dari kesatuannya dan membentuk pasukan sendiri. Tak lama setelahnya, muncul peristiwa penculikan terhadap Letnan Kolonel Ahmad Yunus Mokoginta untuk mencegah pemerintah pusat mengirimkan Batalyon Worang ke Makassar.
Selain itu, Andi Azis juga menyebutkan tuntutan agar bentuk Negara Indonesia Timur tetap dipertahankan. Dalam hal ini, dia diduga terkena doktrin yang disampaikan Soumokil mengenai nasib mantan tentara KNIL ketika APRIS sampai di Makassar.
Mendengar pemberontakan ini, pemerintah memberikan waktu 4x24 jam agar Andi Azis menyerahkan diri dan datang ke Jakarta. Andi Azis pada akhirnya memenuhi perintah tersebut. Pada akhirnya, dia ditahan dan diadili di pengadilan militer.
Akan tetapi, meskipun Andi Aziz sudah ditahan, api pemberontakan masih menyala. Akhirnya, pemerintah membentuk pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Letkol AE Kawilarang untuk menumpas sisa-sisa kelompok pemberontakan Andi Azis.
Andi Azis dan pasukannya menuntut pemerintah Indonesia untuk menjadikan mereka sebagai sattu-satunya pasukan keamanan untuk mengamankan situasi di Makassar. Pada saat itu, di Makassar sering terjadi bentrok antara kelompok propersatuan dengan kelompok pro-negara federal sebagai imbas dibubarkannya Republik Indonesia Serikat (RIS) dan kembalinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Andi Azis, hanya tentara APRIS dari KNIL yang bertanggung jawab atas keamanan di Makassar.
Baca juga: Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Dikutip dari jurnal berjudul Peranan April Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Keutuhan RIS karya Andik Suryawan, pemberontakan bermula ketika Andi Azis meyatakan keluar dari kesatuannya dan membentuk pasukan sendiri. Tak lama setelahnya, muncul peristiwa penculikan terhadap Letnan Kolonel Ahmad Yunus Mokoginta untuk mencegah pemerintah pusat mengirimkan Batalyon Worang ke Makassar.
Selain itu, Andi Azis juga menyebutkan tuntutan agar bentuk Negara Indonesia Timur tetap dipertahankan. Dalam hal ini, dia diduga terkena doktrin yang disampaikan Soumokil mengenai nasib mantan tentara KNIL ketika APRIS sampai di Makassar.
Mendengar pemberontakan ini, pemerintah memberikan waktu 4x24 jam agar Andi Azis menyerahkan diri dan datang ke Jakarta. Andi Azis pada akhirnya memenuhi perintah tersebut. Pada akhirnya, dia ditahan dan diadili di pengadilan militer.
Akan tetapi, meskipun Andi Aziz sudah ditahan, api pemberontakan masih menyala. Akhirnya, pemerintah membentuk pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Letkol AE Kawilarang untuk menumpas sisa-sisa kelompok pemberontakan Andi Azis.
Lihat Juga :