Yonif Raider 641/Beruang, Ikhlas Tunaikan Bakti di Tengah Pandemi Covid
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Memasuki bulan ketujuh masa dinasnya di perbatasan, banyak pencapaian yang berhasil diraih. Dengan kekuatan 450 prajurit, dibagi sesuai kebutuhan dan kerawanan wilayah di 29 Pos yang tersebar di Sambas, Sanggau dan Bengkayang Tercatat sebanyak 171 kasus berhasil dituntaskan. Dengan rincian, 27 kasus penyerahan senjata api dan granat oleh warga secara sukarela, 25 kasus illegal trading, 2 kasus pembalakan liar, 6 kasus narkoba, 3 kasus penangkapan satwa illegal, dan 108 kasus pelintas batas negara melalui jalan tikus atau jalur tidak resmi.
“Barang-barang yang berhasil diamankan di antaranya 226 batang kayu, 756 pelintas batas ilegal, 176.940 bungkus rokok berbagai merek, 54,95 kilogram narkoba jenis sabu-sabu, 5,6 ton bawang merah, 7,6 ton gula pasir, 3 unit mobil, 4 karung pakaian bekas, 32 pucuk senjata api, dan 650 kilogram ammonium nitrat yang merupakan bahan peledak tingkat 5,” jelas Kukuh menyebut barang bukti pelanggaran hukum wilayah perbatasan yang berhasil disita pasukannya sejak Desember 2019 hingga kini. Pencapaian luar biasa tersebut terwujud berkat hubungan baik yang terjalin antara anggota Satgas Pamtas dengan masyarakat sekitar maupun dengan Tentara Diraja Malaysia (TDM) yang juga menjaga di wilayah perbatasan Negaranya. (Baca juga: Satgas Yonif R-641 Gelar Bazar Sembako Murah di Perbatasan Malaysia)
Komandan Batalion Ke-13 Rejimen Askar Melayu Diraja (RAMD) TDM, Letkol Mohd. Rizal, menyebut hubungan antara TNI dan TDM di perbatasan RI-Malaysia sudah sangat akrab, bahkan seperti saudara. “Kita semua masih satu rumpun dan memiliki kesamaan budaya. Sebelum Covid, kita selalunya cakap via WhatsApp dan saling kunjung. Ini untuk mengekalkan hubungan baik antara Indonesia-Malaysia yang sudah terjalin lama,” ujar Rizal.
Hal senada juga diungkap tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun Gunjemak, Sadat (52), yang menyatakan keberadaan Satgas Pamtas 641/Beruang banyak membantu kesulitan dan memberikan manfaat bagi warga di wilayah perbatasan. Sehingga tak heran jika mereka begitu dicintai masyarakat. “Prajurit Satgas benar-benar peduli pada kesejahteraan kami. Mereka suka membantu membangun jembatan saat jembatan kami rusak diterjang banjir. Bahkan membawa warga kami yang kena stroke ke Puskesmas Entikong dengan perahu lewat sungai berjam-jam,” cerita Sadat.
“Barang-barang yang berhasil diamankan di antaranya 226 batang kayu, 756 pelintas batas ilegal, 176.940 bungkus rokok berbagai merek, 54,95 kilogram narkoba jenis sabu-sabu, 5,6 ton bawang merah, 7,6 ton gula pasir, 3 unit mobil, 4 karung pakaian bekas, 32 pucuk senjata api, dan 650 kilogram ammonium nitrat yang merupakan bahan peledak tingkat 5,” jelas Kukuh menyebut barang bukti pelanggaran hukum wilayah perbatasan yang berhasil disita pasukannya sejak Desember 2019 hingga kini. Pencapaian luar biasa tersebut terwujud berkat hubungan baik yang terjalin antara anggota Satgas Pamtas dengan masyarakat sekitar maupun dengan Tentara Diraja Malaysia (TDM) yang juga menjaga di wilayah perbatasan Negaranya. (Baca juga: Satgas Yonif R-641 Gelar Bazar Sembako Murah di Perbatasan Malaysia)
Komandan Batalion Ke-13 Rejimen Askar Melayu Diraja (RAMD) TDM, Letkol Mohd. Rizal, menyebut hubungan antara TNI dan TDM di perbatasan RI-Malaysia sudah sangat akrab, bahkan seperti saudara. “Kita semua masih satu rumpun dan memiliki kesamaan budaya. Sebelum Covid, kita selalunya cakap via WhatsApp dan saling kunjung. Ini untuk mengekalkan hubungan baik antara Indonesia-Malaysia yang sudah terjalin lama,” ujar Rizal.
Hal senada juga diungkap tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun Gunjemak, Sadat (52), yang menyatakan keberadaan Satgas Pamtas 641/Beruang banyak membantu kesulitan dan memberikan manfaat bagi warga di wilayah perbatasan. Sehingga tak heran jika mereka begitu dicintai masyarakat. “Prajurit Satgas benar-benar peduli pada kesejahteraan kami. Mereka suka membantu membangun jembatan saat jembatan kami rusak diterjang banjir. Bahkan membawa warga kami yang kena stroke ke Puskesmas Entikong dengan perahu lewat sungai berjam-jam,” cerita Sadat.

Lihat Juga :