Kemarahan Jokowi ke Menteri Dikhawatirkan Sesaat Setelah Itu Kembali Sunyi
Selasa, 30 Juni 2020 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Sekalipun begitu, lanjut Ray, adanya peringatan Presiden untuk melakukan reshuffle bukanlah sesuatu yang tergesa-gesa. Di periode pertama mantan Wali Kota Solo itu juga melakukan reshuffle setelah satu tahun masa bakti priode pertamanya. "Jadi ada kemungkinan reshuffle ini akan dilakukan setelah satu tahun masa priode kedua beliau. Oktober 2020 depan adalah masa satu tahun priode itu. Jadi, besar kemungkinan reshufflenya akan dilaksanakan sekitar Desember atau awal Januari," ujarnya.
Ray melihat, jika nantinya Jokowi menunaikan janji atas ancamannya tersebut, faktor reshufflenya bukan saja karena kelambanan kinerja kabinet merespons wabah Covid-19 tapi memang soal kinerja mereka umumnya sejak hari pertama dilantik sebagai menteri. (Baca juga: Ditanya Soal Reshuffle, Moeldoko: Presiden Katakan Akan Ambil Risiko)
Menurut dia, ada tiga pos kementerian yang patut dicermati dalam rencana reshuffle ini. Pertama, pos kementerian ekonomi. Di sini, ada ketidakpuasan cukup dalam yang dirasakan Presiden. ”Kinerja ekonomi kita selama 3 bulan terakhir dan kemampuan mereka menjawab tantangan resesi dunia,” katanya.
Kedua, sambung dia, pos kementerian yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19. Menkes dan Mensos masuk dalam pos ini. Ketiga, pos kementerian yang berhubungan dengan penegakkan hukum. ”Tiga pos inilah kemungkinan akan jadi bidikan untuk direshuffle oleh presiden. Kita cermati dalam dua atau tiga bulan ke depan. Selalu ada arah angin berbalik," tandasnya.
Ray melihat, jika nantinya Jokowi menunaikan janji atas ancamannya tersebut, faktor reshufflenya bukan saja karena kelambanan kinerja kabinet merespons wabah Covid-19 tapi memang soal kinerja mereka umumnya sejak hari pertama dilantik sebagai menteri. (Baca juga: Ditanya Soal Reshuffle, Moeldoko: Presiden Katakan Akan Ambil Risiko)
Menurut dia, ada tiga pos kementerian yang patut dicermati dalam rencana reshuffle ini. Pertama, pos kementerian ekonomi. Di sini, ada ketidakpuasan cukup dalam yang dirasakan Presiden. ”Kinerja ekonomi kita selama 3 bulan terakhir dan kemampuan mereka menjawab tantangan resesi dunia,” katanya.
Kedua, sambung dia, pos kementerian yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19. Menkes dan Mensos masuk dalam pos ini. Ketiga, pos kementerian yang berhubungan dengan penegakkan hukum. ”Tiga pos inilah kemungkinan akan jadi bidikan untuk direshuffle oleh presiden. Kita cermati dalam dua atau tiga bulan ke depan. Selalu ada arah angin berbalik," tandasnya.
(cip)