Soal Reshuffle, Rasional tapi Jangan Emosional

Selasa, 30 Juni 2020 - 07:00 WIB
loading...
A A A
Sebagai presiden, Jokowi juga berhak melakukan evaluasi. Pun jika harus melakukan perombakan atau reshuffle kabinet. Dalam perspektif pemerintahan yang efektif, reshuffle adalah keniscayaan. Selain diizinkan secara konstitusi, reshuffle dimaknai sebagai ikhtiar baru untuk menata jalannya pemerintah agar makin kondusif. Ikhtiar-ikhtiar itu harus berpijak pada kepentingan publik, bukan semata politis atau ekonomis.

Reshuffle juga harus benar-benar berbasis evaluasi yang objektif. Jangan sampai reshuffle didasari ketidaksukaan secara pribadi Presiden terhadap menterinya, kepala badan, atau lembaga. Kesadaran dan pijakan ini penting. Sebab di tengah pandemi ini sejatinya semua dihadapkan kondisi yang tak siap dan penuh misteri. Situasi inilah yang membuat kerawanan di ranah kognisi. Tak berlebihan, kebijakan-kebijakan yang lahir berulang kali bertabrakan, bertentangan, dan sebagainya. Wajar pula, karena tanpa bekal mitigasi yang mumpuni, semua masih meraba-raba. Pun, bisa jadi situasi sama tengah dialami Presiden.

Kinerja sejumlah anggota kabinet yang masih di bawah performa adalah fakta. Kelemahan ini jangan sampai berlarut-larut karena rakyat yang akan merasakan dan mungkin menjadi korban. Namun, low performance ini harus dirunut betul. Benarkah kesalahan itu ditimpakan kepada menteri? Jika soal anggaran yang mampat, misalnya, benarkah aliran dana dari bendahara negara lancar. Benarkah aturan teknis pencairan sudah memberikan kemudahan?

Bukankah pula para menteri itu memiliki menteri koordinator (menko) masing-masing? Sudahkah menko menata dan mengawal betul program, dengan tak sibuk mengurus proyek politis? Sudahkah mereka menerjemahkan dengan betul arahan Presiden?
Sederet pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab dengan rasional. Sebab jika itu diabaikan, sangat mungkin Presiden akan larut dalam sisi emosional dalam reshuffle kelak. Kalau itu terjadi, para menteri bisa menjadi korban dan memicu masalah baru di lain waktu.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved