Ungkap Kematian Brigadir J, Putri Candrawathi Diharapkan Penuhi Pemeriksaan Komnas HAM

Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:53 WIB
loading...
Ungkap Kematian Brigadir...
Sudah hampir satu bulan lebih, motif kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) masih menjadi misteri dan menjadi tanda tanya besar. Foto/Istimewa/Medsos
A A A
JAKARTA - Sudah hampir satu bulan lebih, motif kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ( Brigadir J ) masih menjadi misteri. Penyebab kematian ajudan istri Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi itu hingga saat ini menjadi tanda tanya besar.

Namun, Tim Khusus (Timsus) Polri yang dibentuk oleh Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo terus bekerja untuk mendalami penyebab di balik kematian Brigadir J .

Baca juga: Keluarga Brigadir J Sesalkan Narasi Pelecehan Seksual

Satu per satu, orang yang diduga kuat terlibat dan terbukti turut serta membantu dalam kasus kematian Brigadir J dikuluti oleh Timsus Polri untuk membuat peristiwa pidana di Duren Tiga, Pancoran ini menjadi terang benderang.

Alhasil, Kapolri pun menetapkan empat tersangka setelah beberapa minggu melakukan gelar perkara olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti yang ada di lokasi pembunuhan.

"Peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang mengakibatkan saudara J meninggal dunia, yang dilakukan saudara RE, atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo)," ujar Kapolri pada beberapa hari lalu.

Baca juga: Makam Brigadir J Dibongkar untuk Autopsi Ulang

Tak hanya itu, Kapolri pun memeriksa kurang lebih 31 anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut dengan secara sengaja telah menghalang-halangi kasus penyidikan.

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo pun telah menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk kasus tersebut untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam kasua tersebut.

Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah keterangan saksi kunci yakni, Putri Candrawathi. Ya, istri dari Ferdy Sambo ini merupakan satu-satunya kunci yang diharapkan dapat mengungkap peristiwa tersebut menjadi utuh dan terang benderang ke permukaan publik.

Berbagai lembaga terkait pun sudah jauh-jauh hari ingin hendak melakukan pemeriksaan dan menggali informasi terkait kasus tersebut kepada PC. Sebut saja seperti Komnas HAM, LPSK dan yang lainnya.

Komnas HAM yang sejak awal telah menanti waktu untuk dapat bertemu dan mencari informasi terkait PC mengalami sedikit hambatan. Seyogyanya, pemeriksaan PC diagendakan pada Minggu ini, akan tetapi hal tersebut kemungkinan besar gagal akibat kondisi yang diduga masih mengalami trauma berat.

"Psikolognya menjelaskan kepada kami situasinya masih begini-begini, segala macam. Nanti kalau kita pertimbangkan harus dibanding dengan pendapat ahli second opinion, kita udah siapkan," kata Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).

Berulang kali, Komisioner Komnas HAM mengatakan keinginannya untuk dapat bertemu dan mencari informasi yang utuh dalam kasus tersebut.

"Tapi kalau kemudian masih ada hambatan, bukan dalam arti apa ya, misalnya timbangan psikologis mereka misalnya dikatakan PC belum bisa beri keterangan, ya kita akan minta tim yang sudah kita siapkan ini untuk menjadi memberi second opinion," ujarnya.

Kini, menarik untuk dinanti kehadiran serta kerendahan hati sang saksi kunci untuk hadir dalam proses pemeriksaan untuk membuat terang suatu peristiwa tindak pidana.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Guru Tewas Diserang...
Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Emosional Bahas Child Grooming, Singgung Kasus Aurelie Moeremans
Rekomendasi
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
Berita Terkini
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved