Daftar Bareng ke KPU, KIB Bertekad Jaga Stabilitas Politik demi Kemajuan Indonesia
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:42 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bersama-sama hadir di KPU untuk mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024. FOTO/MPI/BACHTIAR ROJAB
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama-sama mendaftar ke Komisi Pemilu Umum (KPU) sebagai calon peserta Pemilu 2024 , Rabu (10/8/2022). Proses pendaftaran bersama menjadi babak baru KIB.
Tiga pucuk pimpinan partai, Airlangga Hartarto (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN), dan Suharso Monoarfa (PPP), bersama-sama hadir di KPU. Jajaran pengurus menyertainya mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024.
"Kami memiliki semangat yang sama untuk menyambut pesta demokrasi yang akan diselenggarakan dalam Pileg dan Pilpres 2024. Ini adalah Pemilu ke-13 yang dilaksanakan di Indonesia," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Pihaknya juga mendorong pemilu yang dilaksanakan secara jujur, adil, demokratis, dan tidak menggunakan isu-isu primordial yang akhirnya bisa memecah belah bangsa. "Kita memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas politik. Karena dengan stabilitas politik, maka pembangunan dapat terus dilakukan. Oleh karenanya pemilu harus dilaksanakan sesuai jadwalnya yaitu di bulan Februari 2024," katanya.
Tiga pucuk pimpinan partai, Airlangga Hartarto (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN), dan Suharso Monoarfa (PPP), bersama-sama hadir di KPU. Jajaran pengurus menyertainya mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024.
"Kami memiliki semangat yang sama untuk menyambut pesta demokrasi yang akan diselenggarakan dalam Pileg dan Pilpres 2024. Ini adalah Pemilu ke-13 yang dilaksanakan di Indonesia," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Pihaknya juga mendorong pemilu yang dilaksanakan secara jujur, adil, demokratis, dan tidak menggunakan isu-isu primordial yang akhirnya bisa memecah belah bangsa. "Kita memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas politik. Karena dengan stabilitas politik, maka pembangunan dapat terus dilakukan. Oleh karenanya pemilu harus dilaksanakan sesuai jadwalnya yaitu di bulan Februari 2024," katanya.
Lihat Juga :