DPR Akan Undang Sejumlah Pakar untuk Sempurnakan Draf RUU Pemilu

Senin, 29 Juni 2020 - 19:24 WIB
loading...
DPR Akan Undang Sejumlah...
Ketua Panitia Kerja (Panja) Penyusunan RUU Pemilu Arif Wibowo mengatakan akan mengundang para ahli dan pakar untuk mendapatkan masukan soal RUU Pemilu. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR terus mematangkan draf Rancangan Undang-Undang tentang perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ( RUU Pemilu ). Untuk itu, sebelum melakukan kompilasi terhadap pandangan-pandangan resmi fraksi, Komisi II DPR juga akan mendengarkan pandangan dari pakar dan pegiat pemilu pada Selasa-Kamis (30 Juni-2 Juli) besok.

“Besok kita akan lanjutkan dengan RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) mengundang para ahli dan pakar. Nanti hari senin kita akan rumuskan kembali, setelah mendapatkan masukan dari para ahli maka, akan ada pengerucutan atas ragam pandangan fraksi menyangkut isu-isu strategis dalam UU Pemilu,” ujar Ketua Panitia Kerja (Panja) Penyusunan RUU Pemilu Arif Wibowo seusai rapat internal Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020). (Baca juga: Rapat Komisi II DPR Ditunda: Yasonna Ditegur, Tito Dipuji)

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menjelaskan usulan resmi dari masing-masing fraksi sudah masuk dan itu akan dikompilasi pekan depan menjadi draf RUU Pemilu yang akan diusulkan. Targetnya, draf RUU ini sudah bisa diselesaikan pada masa persidangan ini yang akan berakhir pada 16 Juli mendatang.

Namun, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP ini mengakui bahwa hasil draf nanti pun masih akan menyisakan banyak perbedaan pandangan dan juga alternatif terkait berbagai isu penting di RUU Pemilu.

“Misalnya soal terbuka tertutup, soal presidential threshold, soal parliamentary threshold, soal district magnitude, soal konversi suara dan lain sebagainya,” urainya.

Kemudian, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tanjung menjelaskan Panja Penyusunan RUU ini sudah dua kali melakukan rapat. Pertama, membahas agenda. Kedua, hasil kompilasi dari masing-masing fraksi yang sudah disusun oleh tenaga ahli Komisi II DPR. Dan rapat ini akan dilanjutkan dengan RDPU dengan para pakar dan pegiat pemilu untuk kemudian dikompilasi lagi dan diserahkan ke Badan Legislasi (Baleg) DPR.

“Besok kami lanjutkan dengan beberapa RDPU mengundang pakar-pakar hari Selasa, Rabu, Kamis untuk memberikan masukan. Nanti Kamis dari semua masukan, disusun lagi sama TA baru kami akan bahas. Insya Allah sebelum masa sidang ini berakhir kami serahkan draf dari komisi ke Baleg,” kata Doli kepada wartawan.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar ini juga menguraikan nama-nama pakar yang akan diundang dalam RDPU selama tiga hari ke depan. Untuk Selasa, pihaknya mengundang Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Kacung Marijan, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Topo Santoso dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini.

Untuk Rabu, lanjut Doli, Komisi II mengundang Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI (FISIP UI) Valina Singka Subekti, Direktur Eksekutif CSIS Philips J Vermonte, Cendekiawan Din Syamsuddin dan Guru Besar Ilmu Politik Unair sekaligus mantan Komisioner KPU Ramlan Surbakti.

Dan untuk Kamis, kata dia, Komisi II mengundang Peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI Moch Nurhasim, Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dam Demokrasi (SPD) August Mellaz dan Direktur Eksekutif Pusako Feri Amsari. (Baca juga: Moeldoko: Teguran Presiden Kemarin Paling Keras )

“Dari awal kita menyusun draf ini muncul dari diskusi-diskusi Komisi II. Membicarakan adanya perubahan dan inovasi baru tentang pemilu kita,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Rekomendasi
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Berita Terkini
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Prabowo: Yang Tidak...
Prabowo: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya akan Singkirkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved