Wakil Ketua Komisi XI DPR Sebut Pertanian Kunci Hadapi Resesi Ekonomi

Selasa, 09 Agustus 2022 - 20:17 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi XI...
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan kunci menghadapi resesi. FOTO/DPR
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi menegaskan bahwa sektor Pertanian merupakan kunci menghadapi resesi ekonomi akibat ketidakpastian global yang mengancam pasokan pangan dan pasokan energi dunia. Hal ini dibuktikan sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 yang mencapai 5,44%.

"Kemampuan sektor pertanian sebagai tiga besar penopang pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II tahun ini harus menjadi catatan penting karena menjadi bukti jika sektor ini memang keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia. Maka sektor pertanian harus terus diperkuat apalagi saat ini dunia di ambang krisis pangan dan energi yang pasti berimbas ke Indonesia," kata Fathan Subchi, Selasa (9/8/2022).

Ia mengatakan, sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 mencapai 12,98% atau tumbuh 1,37% dibanding periode sebelumnya. Menurutnya, pertumbuhan ini memberikan dampak sedikit banyak pada peningkatan ekonomi di sejumlah daerah.

"Secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun patut mendapatkan apresiasi luar biasa, karena pertumbuhan ini terjadi di kala banyak negara lain menujukkan tren penurunan performa ekonomi mereka. Bahkan ada negara yang sudah diambang kebangkrutan tapi kita justru menunjukkan tren kenaikan," katanya.

Politikus PKB ini meminta pemerintah terus memperkuat sektor pertanian dengan meningkatkan skala ekonomi. Selain itu harus terus dimasifkan penerapan teknologi pertanian di sentra-sentra pertanian di berbagai wilayah tanah air.

"Dengan demikian biaya produksi dapat menjadi lebih murah, sehingga menimbulkan harga yang kompetitif dari produksi komoditas pertanian nasional," ujarnya.

Penguatan sektor pertanian, lanjut Fathan, kian menemukan urgensinya karena krisis pangan dan energi akibat krisis Ukrania-Rusia belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Situasi global kian tak menentu setelah ketegangan di Asia Timur meningkat menyusul latihan militer besar-besar China di Selat Taiwan.

"Kondisi ini harus diantisipasi dengan penyiapan ketersediaan pangan, sehingga saat situasi global benar-benar tak terkendali, minimal kita mempunyai kecukupan pasokan pangan. Apalagi Presiden Jokowi telah memberikan peringatan dini jika situasi global tahun depan kian gelap," katanya.

Secara khusus, legislator asal Demak, Jawa Tengah ini memberikan apresiasi terhadap peningkatan produksi pertanian di wilayah Jateng. Sumbangsih sektor pertanian ini secara umum mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada kuartal II 2022 di angka 5,66%. Angka ini meningkat dibandingkan pada kuartal I yang mencapai 5,12%.

"Kami berharap penguatan sektor pertanian di wilayah Jawa Tengah terus dilakukan karena sektor ini menjadi mata pencaharian utama masyarakat kita," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Wakil Ketua Komisi XI...
Wakil Ketua Komisi XI Pertanyakan Alasan Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Pesan Suryopratomo untuk...
Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Masuk Zona Resesi, Indonesia...
Masuk Zona Resesi, Indonesia Optimis Ekonomi Segera Bangkit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved