Remaja yang Rentan Harus Diprioritaskan Menerima Vaksin Booster

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 06:59 WIB
loading...
Remaja yang Rentan Harus...
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai anak remaja terutama yang rentan, perlu mendapatkan vaksin booster untuk meningkatkan proteksi dari Covid-19. Foto/Dok.MPI Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai anak remaja terutama yang rentan, perlu mendapatkan vaksin booster untuk meningkatkan proteksi dari Covid-19 . Menurutnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah membuat keputusan yang tepat dengan mengizinkan vaksinasi booster kepada anak usia 16-18 tahun.

"Ini keputusan yang sangat tepat dan hasil yang didapat BPOM dalam mengujinya (dosis vaksin) lebih klinis. Memang tidak jauh berbeda dengan negara lain yang sudah lebih dulu memberikan vaksin booster. Seandainya dosis terbatas, utamakan kelompok rawan yang punya komorbid atau kondisi tubuh lainnya. Mungkin difabel, autis, termasuk kondisi anak obesitas," kata Dicky, Sabtu (6/8/2022).

Diketahui, BPOM mengizinkan Pfizer dengan teknologi mRNA digunakan sebagai vaksin booster Covid-19 untuk anak-anak berusia 16-18 tahun. Adapun keputusan itu berdasarkan pertimbangan ilmiah sejumlah aspek dan rekomendasi dari Komite Nasional Penilaian Obat dan Vaksin Covid-19, Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI), serta asosiasi klinisi.

Baca juga: BPOM Izinkan Remaja Usia 16-18 Terima Vaksin Booster



"Pilihannya sudah benar, dan ini penting karena anak usia 16 tahun, bahkan 12 tahun sudah bisa dapat booster dan perlu untuk meningkatkan level proteksi. Karena tidak berbeda dengan dewasa, proteksi remaja yang timbul dari vaksin juga menurun seiring waktu," tutur Dicky.

Kendati demikian, Dicky berpendapat bahwa booster belum perlu menjadi syarat remaja dalam beraktivitas, termasuk sekolah. Pasalnya, imunitas remaja jauh lebih kuat.

Menurut dia, justru yang perlu jadi perhatian adalah booster untuk guru dan staf di sekolah yang mungkin di antara mereka lansia atau memiliki komorbid. "Yang perlu disyaratkan adalah penerapan protokol kesehatan dan sirkulasi udara di sekolah," imbuhnya.

Dirinya berharap pemerintah bisa membangun strategi komunikasi risiko yang transparan untuk meningkatkan capaian booster. Kejujuran pemerintah bukan untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat, tapi membangun kewaspadaan. "Kalau tidak jujur, orang menganggap pandemi sudah selesai," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Besok Silaturahmi Nasional...
Besok Silaturahmi Nasional PP PRIMA DMI, JK Buka Konsolidasi Remaja Masjid Menuju Peradaban Qurani
Mengapa Anak dan Remaja...
Mengapa Anak dan Remaja Bunuh Diri?
Densus 88 Ungkap Puluhan...
Densus 88 Ungkap Puluhan Remaja Terpapar Konten Kekerasan Berujung Ekstremisme
Akademi Keluarga Indonesia...
Akademi Keluarga Indonesia Bekali Remaja Menjadi Generasi Emas Berkarakter Kuat
Identitas Diri dan Tantangan...
Identitas Diri dan Tantangan Zaman: Saatnya Orang Tua Berproses Bersama
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Inisiasi Gerakan Bakti...
Inisiasi Gerakan Bakti Sosial, Dua Remaja di Depok Gandeng UMKM Bangun Kepedulian
Rekomendasi
Belanda vs Jepang Tanpa...
Belanda vs Jepang Tanpa Gol di Babak Pertama, Samurai Biru Tahan Gempuran Oranje
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved