Profil Fatmawati Soekarno, Penjahit Bendera Merah Putih yang Dikibarkan saat Proklamasi
Kamis, 04 Agustus 2022 - 06:05 WIB
loading...
Fatmawati Soekarno merupakan penjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bendera tersebut kemudian dikenal sebagai Bendera Sang Saka Merah Putih.. Foto/kebudayaan.kemdikbud.go.id
A
A
A
JAKARTA - Fatmawati Soekarno merupakan penjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bendera tersebut kemudian dikenal sebagai Bendera Sang Saka Merah Putih.
Fatmawati Soekarno merupakan istri ketiga dari Presiden Soekarno . Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Fatmawati merupakan anak dari pasangan Hasan Din dan Siti Chadijah.
Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, pada usia enam tahun Fatmawati dimasukkan ke Sekolah Gedang (Sekolah Rakyat). Namun, pada tahun 1930 dia dipindahkan ke sekolah berbahasa Belanda (HIS). Saat duduk di kelas tiga, Fatmawati dipindahkan lagi oleh ayahnya ke sekolah HIS Muhammadiyah.
Saat ayahnya menghadapi masalah ekonomi yang cukup berat, Fatmawati membantu menjajakan kacang bawang yang digoreng oleh ibunya atau menunggui warung kecil di depan rumahnya. Keluarga Hasan Din kemudian pindah ke Kota Palembang dan mencoba membuka usaha percetakan. Fatmawati melanjutkan sekolah kelas 4 dan kelas 5 di HIS Muhammadiyah Palembang.
Fatmawati pertama kali bertemu Soekarno pada 1938. Singkat cerita, Fatmawati menikah dengan Soekarno pada 1943. Pasangan ini dikaruniai lima anak yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.
Fatmawati Soekarno merupakan istri ketiga dari Presiden Soekarno . Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Fatmawati merupakan anak dari pasangan Hasan Din dan Siti Chadijah.
Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, pada usia enam tahun Fatmawati dimasukkan ke Sekolah Gedang (Sekolah Rakyat). Namun, pada tahun 1930 dia dipindahkan ke sekolah berbahasa Belanda (HIS). Saat duduk di kelas tiga, Fatmawati dipindahkan lagi oleh ayahnya ke sekolah HIS Muhammadiyah.
Saat ayahnya menghadapi masalah ekonomi yang cukup berat, Fatmawati membantu menjajakan kacang bawang yang digoreng oleh ibunya atau menunggui warung kecil di depan rumahnya. Keluarga Hasan Din kemudian pindah ke Kota Palembang dan mencoba membuka usaha percetakan. Fatmawati melanjutkan sekolah kelas 4 dan kelas 5 di HIS Muhammadiyah Palembang.
Fatmawati pertama kali bertemu Soekarno pada 1938. Singkat cerita, Fatmawati menikah dengan Soekarno pada 1943. Pasangan ini dikaruniai lima anak yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.
Lihat Juga :