Siapakah Pengibar Bendera Merah Putih Pertama saat Proklamasi Kemerdekaan? Ini Jawabannya
Selasa, 02 Agustus 2022 - 11:49 WIB
loading...
A
A
A
Hal tersebut bertujuan untuk menipu tentara Jepang supaya tidak mengetahui kegiatan pembacaan teks proklamasi yang hendak diadakan.
Pada saat upacara proklamasi diadakan Latief berada di sebelah Ir. Soekarno ketika teks proklamasi dibacakan.
Kala itu dia sempat bingung karena tiba-tiba Bendera Merah Putih diberikan padanya. Latief pada saat itu membulatkan tekad untuk mengambilnya.
Akhirnya dengan bantuan dari Suhud Sastrokusumo, Latief mengibarkan bendera pada tiang bambu sederhana disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikumandangkan.
Latief juga sempat keluar dari PETA untuk bergabung dengan TNI. Pada 1952 Latief ditunjuk sebagai atase militer atau Athan Republik Indonesia untuk Filipina. Tetapi, akhirnya ia dipindahtugaskan ke Washington DC sampai 1956.
Saat kembalinya Latief ke Indonesia dia terpilih sebagai pemimpin Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat yang sekarang dikenal sebagai Seskoad. Di dunia pendidikan tinggi, beliau juga pernah menjadi rektor IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta), tepatnya pada 1965.
2. Suhud Sastro Kusumo
Pada saat upacara proklamasi diadakan Latief berada di sebelah Ir. Soekarno ketika teks proklamasi dibacakan.
Kala itu dia sempat bingung karena tiba-tiba Bendera Merah Putih diberikan padanya. Latief pada saat itu membulatkan tekad untuk mengambilnya.
Akhirnya dengan bantuan dari Suhud Sastrokusumo, Latief mengibarkan bendera pada tiang bambu sederhana disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikumandangkan.
Latief juga sempat keluar dari PETA untuk bergabung dengan TNI. Pada 1952 Latief ditunjuk sebagai atase militer atau Athan Republik Indonesia untuk Filipina. Tetapi, akhirnya ia dipindahtugaskan ke Washington DC sampai 1956.
Saat kembalinya Latief ke Indonesia dia terpilih sebagai pemimpin Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat yang sekarang dikenal sebagai Seskoad. Di dunia pendidikan tinggi, beliau juga pernah menjadi rektor IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta), tepatnya pada 1965.
2. Suhud Sastro Kusumo
Lihat Juga :