Pekerja Migran Indonesia Kembali ke Tanah Air Lewat Tiga Titik Ini
Minggu, 28 Juni 2020 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau yang awal dulu masih Rapid, kalau yang sekarang lebih simple mereka semua di PCR semua, kemudian mereka dibawa dikarantina ke hotel ataupun penampungan Wisma Atlet yang di Pademangan dan Kemayoran,” sambung Eko.
Selain itu, Eko menjelaskan PMI setelah testing dinyatakan positif COVID-19 maka akan dikarantina di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran. “Kalau untuk yang di rumah sakit darurat Kemayoran untuk yang sudah dinyatakan positif,” ucapnya.
Kemudian PMI lainnya akan dikarantina di Pademangan untuk menunggu hasil tes PCR. “Tempat yang disediakan oleh negara di Pademangan, itu yang masa tunggu hasil PCR nya bisa 3 hari di Pademangan.”
Eko menjelaskan bagi PMI yang telah dinyatakan negatif, kemudian akan diserahkan kepada BP2MI. “Di sana hak dan kewajiban para stakeholder. Mulai dari agen, dia menginventaris datanya, rencana estimate kedatangannya. Kemudian dari BP2MI mengatur, mengelompokkan ini dari daerah mana dikelompokkan. BP2MI ini tugasnya cukup berat, di lapangan juga menyiapkan mulai transportasi sudah bekerja sama dengan Damri. Sampai pengembalian ke daerah,” tutur Eko. (Baca juga: Enam Bulan, BP2MI Terima 222 Jenazah Pekerja Migran Indonesia)
Sementara untuk titik debarkasi di darat, tambah Eko, proses kepulangan PMI menjadi urusan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad). “Kemudian di darat, itu ada Kogasgabpad (Komando Tugas Gabungan Terpadu) kita yang di ketua yang incas di sana adalah Kasdam Jaya Brigjen TNI Saleh,” tutupnya.
Selain itu, Eko menjelaskan PMI setelah testing dinyatakan positif COVID-19 maka akan dikarantina di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran. “Kalau untuk yang di rumah sakit darurat Kemayoran untuk yang sudah dinyatakan positif,” ucapnya.
Kemudian PMI lainnya akan dikarantina di Pademangan untuk menunggu hasil tes PCR. “Tempat yang disediakan oleh negara di Pademangan, itu yang masa tunggu hasil PCR nya bisa 3 hari di Pademangan.”
Eko menjelaskan bagi PMI yang telah dinyatakan negatif, kemudian akan diserahkan kepada BP2MI. “Di sana hak dan kewajiban para stakeholder. Mulai dari agen, dia menginventaris datanya, rencana estimate kedatangannya. Kemudian dari BP2MI mengatur, mengelompokkan ini dari daerah mana dikelompokkan. BP2MI ini tugasnya cukup berat, di lapangan juga menyiapkan mulai transportasi sudah bekerja sama dengan Damri. Sampai pengembalian ke daerah,” tutur Eko. (Baca juga: Enam Bulan, BP2MI Terima 222 Jenazah Pekerja Migran Indonesia)
Sementara untuk titik debarkasi di darat, tambah Eko, proses kepulangan PMI menjadi urusan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad). “Kemudian di darat, itu ada Kogasgabpad (Komando Tugas Gabungan Terpadu) kita yang di ketua yang incas di sana adalah Kasdam Jaya Brigjen TNI Saleh,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :