Tempat Wisata Harus Bebas dari Sentimen Negatif Covid-19
Minggu, 28 Juni 2020 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Masalahnya, Kemenparekraf tidak terlalu aktif dalam sosialisasi kepada masyarakat. Rifki menuturkan kementerian pimpinan Wishnutama Kusubandio itu tidak menjelaskan detail langkah yang akan diambil.
“Tentu hal ini menjadi persoalan yang cukup serius karena dapat menimbulkan fenomena informasi asimteris. Implikasi berikutnya, pelaku-pelaku di sektor pariwisata dan para wisatawan pun memiliki gap information dengan para pemangku kepentingan terkait,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (28/6/2020).
(Baca: Dokter Reisa Beberkan Syarat Wisata Alam yang Dibuka Bertahap)
Maka, Kemenparekraf perlu membenahi pola komunikasinya. Caranya, membuat kanal khusus mengenai informasi Covid-19 dan dampak di sektor pariwisata, serta kebijakan dan evaluasi yang sudah dijalankan selama ini.
“Untuk memasuki masa kenormalan baru, Kemenparekraf dan pemerintah daerah perlu memastikan bahwa semua tempat wisata telah bebas dari sentiment negatif Covid-19. Salah satunya dengan menyiapkan protokol dan prosedur yang detail untuk para wisatawan sebelum memulai perjalanan wisata,” pungkas Rifki.
“Tentu hal ini menjadi persoalan yang cukup serius karena dapat menimbulkan fenomena informasi asimteris. Implikasi berikutnya, pelaku-pelaku di sektor pariwisata dan para wisatawan pun memiliki gap information dengan para pemangku kepentingan terkait,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (28/6/2020).
(Baca: Dokter Reisa Beberkan Syarat Wisata Alam yang Dibuka Bertahap)
Maka, Kemenparekraf perlu membenahi pola komunikasinya. Caranya, membuat kanal khusus mengenai informasi Covid-19 dan dampak di sektor pariwisata, serta kebijakan dan evaluasi yang sudah dijalankan selama ini.
“Untuk memasuki masa kenormalan baru, Kemenparekraf dan pemerintah daerah perlu memastikan bahwa semua tempat wisata telah bebas dari sentiment negatif Covid-19. Salah satunya dengan menyiapkan protokol dan prosedur yang detail untuk para wisatawan sebelum memulai perjalanan wisata,” pungkas Rifki.
(muh)
Lihat Juga :