Bansos Sembako Covid-19 Juga Menyasar Lansia dan Penyandang Disabilitas
Senin, 27 April 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Harry mengatakan, Kemensos juga akan segera memberikan bansos tunai untuk 146.181 lansia dan 132.895 penyandang disabilitas di luar Jabodetabek. Dia juga meminta jika ada penyimpangan dalam distribusi bansos bisa pesan ke alamat email: [email protected], atau nomor WhatsApp 0811-10-222-10.
Sementara itu, Komisi VIII DPR mengajak kerja sama media massa terkait aduan masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial (bansos) saat pandemi Covid-19 ini. Komisi VIII DPR juga meminta agar pemerintah tidak kaku terkait data penerima bansos dan terus memperbaharui itu.
“Dalam raker dengan Mensos, kami memang minta semua energi yang ada sekarang tolong selamatkan perut rakyat dululah, kira-kira begitu. Jadi dari laporan Mensos, ada 200.000 sembako untuk Jakarta kemudian ada tambahan lagi bantuan bahan pokok nontunai dari 15,2 juta KK (kepala keluarga) jadi 20 juta KK, ada penambahan 4,8 juta KK. Ada juga yang dapat BLT (bantuan langsung tunai) di luar yang sudah dapat bansos dan bahan pokok tadi, ada BLT bagi yang mungkin yang kena PHK, ojek online, yang selama ini enggak miskin menjadi miskin,” kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto saat dihubungi kemarin.
Yandri melihat jumlah bantuan yang sudah disiapkan oleh pemerintah itu tidak cukup. Untuk itu, dia meminta Mensos, kepala-kepala daerah, dan termasuk Presiden Joko Widodo untuk terus memperbarui data penerima bansos itu. Perangkat desa seperti RT, RW dan kepala desa atau lurah tidak boleh menutup mata dan mengabaikan masyarakat yang belum menerima bantuan. “Kalau itu belum cukup, coba dana pembangunan infrastruktur, pemindahan ibu kota, kemudian pembangunan bandara, dermaga, jalan, perjalanan dinas dialokasikan untuk perut rakyat ini dulu. Karena untuk masalah perut enggak bisa dinegosiasikan atau ditunda-tunda,” desaknya. (Kiswondari)
Sementara itu, Komisi VIII DPR mengajak kerja sama media massa terkait aduan masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial (bansos) saat pandemi Covid-19 ini. Komisi VIII DPR juga meminta agar pemerintah tidak kaku terkait data penerima bansos dan terus memperbaharui itu.
“Dalam raker dengan Mensos, kami memang minta semua energi yang ada sekarang tolong selamatkan perut rakyat dululah, kira-kira begitu. Jadi dari laporan Mensos, ada 200.000 sembako untuk Jakarta kemudian ada tambahan lagi bantuan bahan pokok nontunai dari 15,2 juta KK (kepala keluarga) jadi 20 juta KK, ada penambahan 4,8 juta KK. Ada juga yang dapat BLT (bantuan langsung tunai) di luar yang sudah dapat bansos dan bahan pokok tadi, ada BLT bagi yang mungkin yang kena PHK, ojek online, yang selama ini enggak miskin menjadi miskin,” kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto saat dihubungi kemarin.
Yandri melihat jumlah bantuan yang sudah disiapkan oleh pemerintah itu tidak cukup. Untuk itu, dia meminta Mensos, kepala-kepala daerah, dan termasuk Presiden Joko Widodo untuk terus memperbarui data penerima bansos itu. Perangkat desa seperti RT, RW dan kepala desa atau lurah tidak boleh menutup mata dan mengabaikan masyarakat yang belum menerima bantuan. “Kalau itu belum cukup, coba dana pembangunan infrastruktur, pemindahan ibu kota, kemudian pembangunan bandara, dermaga, jalan, perjalanan dinas dialokasikan untuk perut rakyat ini dulu. Karena untuk masalah perut enggak bisa dinegosiasikan atau ditunda-tunda,” desaknya. (Kiswondari)
(ysw)
Lihat Juga :