Safari Politik Puan Maharani Bentuk Kepemimpinan yang Merakyat

Jum'at, 22 Juli 2022 - 21:32 WIB
loading...
Safari Politik Puan...
Ketua Umum Seknas Puan Maharani Presiden (PMP) Firman Tendry Masengi menilai safari politik Ketua DPR Puan Maharani sebagai bentuk kepemimpinan yang merakyat. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Puan Maharani Presiden (PMP) Firman Tendry Masengi mengakui safari politik keliling Nusantara yang dilakukan Ketua DPR RI Puan Maharani merupakan bentuk kepemimpinan yang merakyat sekaligus meneguhkan karakter politik kerakyatan yang diwariskan Bung Karno.

“Apa yang dilakukan Mbak Puan Maharani saat ini adalah cerminan politik kerakyatan yang diwariskan Bung Karno sendiri. Dia meneruskan ajaran yang disampaikan Bung Karno untuk mendatangi jantung-jantung rakyat, menemui rakyat, karena ingat ajaran Bung Karno dengan mendatangi rakyat maka kamu mengerti penderitaan rakyatmu,” ungkap Firman saat gelar diskusi politik Indonesia Point bertajuk ‘Puan Maharani Gaspoll Safari Politik Keliling Nusantara’ di Jakarta, Jumat (22/7/2022).

Baca juga: Safari Politik Puan Maharani Dinilai Bentuk Persiapan Maju Pilpres 2024

Firman mengutip kata-kata Bung Karno yang mengatakan, “Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat” merupakan ajaran yang diamini Puan untuk menjadi pemimpin. Dalam kerangka itu, kiprah Puan sebagai Ketua DPR RI selama ini memperlihatkan sosok kepemimpinan yang memahami aspirasi rakyat dan memastikan aspirasi rakyat itu didengar.

Baca juga: Mega Tugasi Puan Safari Politik, Pengamat: Pesan untuk Persiapkan Diri di Pilpres 2024

Firman mengambil contoh pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang selama 30 tahun mengendap di DPR RI dan di era kepemimpinan Puan berhasil disahkan. Bukan hanya itu saat ini sedang bergulir pembahasan RUU tentang Ibu dan Anak yang memperlihatkan keberpihakan Puan pada hak-hak perempuan dan anak di Indonesia.

“Apa yang kita lihat adalah kepemimpinan beliau yang mendengarkan aspirasi rakyat. Beliau membela perempuan Indonesia. Ini adalah cerminan kepemimpinan merakyat yang ia wariskan dari kakeknya Bung Karno. Termasuk safari politik sekarang ini, jangan dilihat karena punya kepentingan politik tetapi memang fatsun politiknya sudah begitu, tidak mengada-ada atau sekadar untuk pencitraan,” tegas Firman.

Dikatakan Firman, Puan Maharani mendapatkan pendidikan politik paripurna dari tokoh-tokoh politik bangsa seperti Bung Karno, Megawati Soekarno Putri dan Taufiek Kiemas, yang membuat Puan memiliki banyak keunggulan untuk menjadi pemimpin nasional sebagai presiden.

“Jadi Mbak Puan itu punya banyak keunggulan. Dia dididik secara ideologis lewat ajaran-ajaran besar Bung Karno, oleh Ibu Megawati yang pernah menjadi Presiden RI, oleh Bapaknya yang menjadi Ketua MPR RI. Maka lengkap betul Mbak Puan sebagai presiden. Dalam Bahasa sehari-hari, Mbak Puan itu bibit, bebet dan bobotnya jelas,” papar Firman.

Safari politik keliling nusantara yang dilakukan Puan sambung Firman merupakan kegiatan politik yang pantas diapresiasi. “Mbak Puan sangat paham bahwa berada dekaat dengan rakyat, tidak berjarak dengan rakyat, merasakan bau dan keringat rakyat, itu adalah sejatinya pemimpin. Mbak Puan ingin memastikan bahwa dirinya mampu untuk sama-sama berada bersama rakyat yang dia cintai. Itu tidak perlu diragukan lagi,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Jokowi Lakukan Safari...
Jokowi Lakukan Safari Politik, Puan: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Salat di Masjid DPR,...
Salat di Masjid DPR, Puan Harap Iduladha 2026 Jadi Momen Rajut Kepedulian Sosial
Rekomendasi
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
Formula E Shanghai Round...
Formula E Shanghai Round 13 Siap Digelar, Saksikan Keseruannya di VISION+
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Berita Terkini
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved