Hukum Jangan Terus Dibuat Tumpul

Jum'at, 22 Juli 2022 - 15:55 WIB
loading...
Hukum Jangan Terus Dibuat...
Masyarakat menantikan Polri mengungkap kasus terbunuhnya Brigadir J secara terbuka, transparan, tanpa ada yang ditutup-tutupi. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
FUNGSI hukum itu ibarat pisau yang digunakan untuk mengiris persoalan keadilan. Hukum itu harus tajam layaknya sebuah mata pisau. Jika berhadapan dengan masalah keadilan, hukum atau pisau harus bisa mengiris siapa pun.

Namun pada kenyataannya, yang teriris atau bahkan dikorbankan adalah yang lemah. Mereka yang di bawah adalah rakyat kecil, orang-orang miskin, orang-orang yang tidak paham hukum ataupun orang-orang yang tak memiliki kekuatan, jaringan, hingga uang.

Mereka inilah yang paling terkena dengan penerapan hukum, apapun persoalan keadilan yang dihadapi. Sementara para penegak hukum, pemegang "pisau", jarang yang teriris alias terkena sanksi hukum.Seandainya terkena pisau pun, para pemegang pisau ini kebanyakan hanya terkena pada bagian yang tumpul.

Banyak kasus di mana rakyat kecil yang melakukan kejahatan dengan kategori ringan seperti mencuri kayu mendapatkan hukuman berat. Sedangkan kalangan atas atau bahkan mereka yang seharusnya menegakkan hukum melakukan korupsi triliunan atau pelanggaran hukum lain hanya dihukum ringan serta masih bisa mendapat fasilitas yang nyaman di penjara.

Dua pekan ini, masyarakat disuguhi dengan hiruk pikuk pengungkapan apa yang kini disebut sebagai pembunuhan seorang bintara Polri di rumah dinas perwira tinggi.

Masyarakat disuguhi beragam isu yang simpang siur, membingungkan dan seolah terjadi sebuah rekayasa. Ambil contoh, pengungkapan dilakukan tiga hari setelah kejadian. Hal yang sangat tidak lazim untuk sebuah perkara pidana, apalagi ada korban yang kehilangan nyawa.

Kejanggalan bermula sejak polisi memberikan keterangan berbeda di awal ihwal penembakan sang bintara. Pada rilis awal disebut ada insiden baku tembak yang tak disebutkan pemantiknya. Lalu berubah menjadi sang bintara melakukan tindakan pelecehan yang kemudian berlanjut dengan adanya baku tembak.

Akal sehat masyarakat pun seolah dipermainkan karena apa yang disebut dengan aksi baku tembak itu tak terdengar oleh penghuni rumah yang berjarak tak lebih dari 50 meter dari tempat kejadian.

Kejanggalan demi kejanggalan dipertontonkan. Kamera CCTV yang sebelumnya dinyatakan rusak tersambar petir lalu disebut hilang, kini berubah menjadi ditemukan di sekitar tempat kejadian.

Tentu masyarakat semakin bertanya-tanya, mengapa kesimpangsiuran itu seolah sengaja diciptakan. Berbeda jauh apabila kejadian tersebut semisal melibatkan masyarakat biasa. Kalangan awam atau dari kaum papa. Tentu pengungkapannya tak serumit sekarang. Bahkan konstruksi kejahatannya pun akan mudah ditemukan.

Tentunya kredibilitas penegak hukum jadi pertaruhan. Hanya menonaktifkan pihak-pihak yang berkaitan dan tak segera bergerak cepat untuk menyibak apa dan siapa pelaku kejahatan tentu akan meluruhkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Hukum harus tegak dan harus memiliki sanksi yang sama untuk semua orang.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com



(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ambil Magister Teologi
Hakim Soroti Perbedaan...
Hakim Soroti Perbedaan Seragam 3 Oknum TNI Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank
Kasus Andrie Yunus Pembunuhan...
Kasus Andrie Yunus Pembunuhan Berencana, Ungkap Aktor Intelektual!
Ditangkap Imigrasi,...
Ditangkap Imigrasi, WNA Asal Portugal Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan dan Mutilasi
Putri Candrawathi Istri...
Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Terima Remisi Khusus Natal 1 Bulan
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Rekomendasi
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved