LaNyalla Sebut Kesetaraan Gender Masih di Atas Kertas, Perlu Kebijakan Spesifik

Rabu, 20 Juli 2022 - 12:55 WIB
loading...
LaNyalla Sebut Kesetaraan Gender Masih di Atas Kertas, Perlu Kebijakan Spesifik
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai kesetaraan gender hingga saat ini masih wacana di atas kertas. Realisasi kesetaraan gender harus dituangkan dalam kebijakan yang mengikat. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai kesetaraan gender hingga saat ini masih wacana di atas kertas.Realisasi kesetaraan gender harus dituangkan dalam kebijakan yang mengikat.

Menurutnya, kesetaraan gender di lapangan belum sepenuhnya terealisasi dengan baik. Justru masih terjadi diskriminasi pada masalah ekonomimaupun sektor lainnya.

Oleh karena itu perjuangan kesetaraan gender yang dituangkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Women20 (KTT W20) yang difokuskan pada penanganan diskriminasi perlu didukung kebijakan yang lebih spesifik.

"Saya mendukung realisasi kesetaraan gender dalam bentuk nyata. Jangan sekadar wacana saja. Makanya saya sepakat hal itu harus dituangkan dalam sebuah kebijakan yang mengikat," ucap LaNyalla, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Ketika Chef Marinka Soroti Kesetaraan Gender

Menurutnya, kaum perempuan juga harus diberdayakan secara ekonomi, pendidikan, teknologi, keuangan, dan kesehatan. LaNyalla mengatakan, jumlah penduduk perempuan sebanyak 49,42 persen merupakan potensi besar dalam membangun bangsa ke depan. Apabila SDM perempuan tidak diberdayakan maka akan menjadi ancaman di kemudian hari.

"Makanya di sinilah perlunya kebijakan yang spesifik dalam memberdayakan perempuan agar dapat lebih eksis dan menjadi bagian dari bonus demografi," ujarnya.

Menurut Senator asal Jawa Timur ini, pemberdayaan perempuan bertujuan supaya perempuan mudah mendapatkan akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya.Hal itu akan menjadikan kaum perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah.

"Artinya kaum perempuan mampu mandiri dengan menggali dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada pada diri dan daerahnya, sehingga bisa membantu masyarakat lainnya bebas dari kemiskinan," katanya.

Konferensi Tingkat Tinggi Women 20 (W20) akan membahas beberapa agenda dengan fokus pada berbagai topik seperti menangani diskriminasi untuk pembuatan kebijakan kesetaraan gender.Dalam kegiatan W20 juga akan membahas pemberdayaan ekonomi perempuan, pertumbuhan ekonomi inklusif bagi perempuan pedesaan dan perempuan dengan disabilitas, dan pendampingan bisnis.
(zik)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1758 seconds (10.55#12.26)