Mengenal Korps Hiu Kencana, Satuan Khusus Kapal Selam TNI AL

Rabu, 20 Juli 2022 - 06:00 WIB
loading...
Mengenal Korps Hiu Kencana,...
TNI Angkatan Laut (AL) memiliki satuan khusus yang bertugas mengoperasikan kapal selam yang dikenal dengan sebutan Korps Hiu Kencana. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) memiliki satuan khusus yang bertugas mengoperasikan kapal selam yang dikenal dengan sebutan Korps Hiu Kencana . Pasukan baret hitam merupakan penjaga kedaulatan Republik Indonesia dari unsur bawah air.

Korps Hiu Kencana yang mempunyai efek tangkal yang sangat efektif dalam mendukung operasi siaga tempur di bawah komando utama Panglima TNI. Dalam tradisi TNI AL, untuk menjadi awak Korps Hiu Kencana tidaklah mudah. Baca juga: Pesawat Tempur TNI AU Jatuh di Blora, Lettu Pnb Allan Safitri Gugur dalam Tugas

Para prajurit harus melakukan penyelaman, peran berlayar dan bertempur di kapal selam, serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi sebelum menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana. Tak sampai di situ, mereka juga harus bisa mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop, mencoba mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi lainnya.

Bagaimana sejarah berdirinya Korps Hiu Kencana? Berikut hasil rangkuman SINDOnews yang dikutip dari situs resmi TNI AL, Rabu (20/7/2022).

Korps Hiu Kencana atau Satkalsel Koarmada II didirikan pada 12 September 1959. Akan tetapi, sejarah Korps Hiu Kencana dimulai dari pendidikan oleh para awak kabin di Polandia pada 5 Agustus 1958. Menempuh pendidikan selama setahun, para awak kabin kemudian kembali ke Indonesia pada 5 Agustus 1959.

Satuan kapal selam itu berdiri berbarengan dengan serah terima dua kapal selam Whiskey buatan Uni Soviet untuk Indonesia. Proses serah terima diwakili Kepala Staf TNI AL, Kolonel Pelaut RE Martadinata.

Dua kapal selam tersebut kemudian diberi nama RI Tjakra di bawah Komandan Laksma TNI (Purn) RP Poernomo dan RI Nanggala di bawah pimpinan Komandan Mayor Pelaut OP Koesno.

Di awal terbantuknya Korps Hiu Kencana total mendatangkan sebanyak 12 kapal selam sejak periode 1959 hingga 1962. Selain RI Tjakra dan RI Nanggala, 10 kapal selam lainnya diberi nama RI Nagabanda, RI Tjandrasa, RI Trisula, RI Nagarangsang, RI Wijayadanu, RI Hendrajala, RI Bramastra, RI Pasopati, RI Tjundamani, dan RI Alugoro.

Pemilihan nama 12 kapal selam itu punya makna filosofis, diambil dari nama tokoh dan senjata dalam kisah pewayangan. Selain memperkuat armadanya, TNI AL juga melatih para prajurit yang mengoperasikan kapal selam tersebut.

Para prajurit TNI AL yang disiapkan untuk mengoperasikan kapal selam lalu dikirim untuk menimba ilmu di Gdansk, Polandia dan Vladivostok, Uni Soviet yang menjadi pangkalan kapal selam terbesar tentara negara yang kini berganti nama menjadi Rusia tersebut.

Pada 14 September 1959, melalui surat keputusan Men/KASAL Nomor A.4/2/10 terbentuklah Divisi Kapal Selam (Divkasel). Komandan Laksma TNI (Purn) RP Poernomo didaulat menjadi Komandan Divkasel pertama RI.

Lalu pada 1 November 1959, Sekolah Kapal Selam Angkatan Laut (SEKASAL) resmi dibangun dan berlokasi di Surabaya. Poernomo kembali dipercaya sebagai pucuk pimpinan.

Poernomo juga menjadi pencetus moto Korps Hiu Kencana yakni Wira Ananta Rudira yang memiliki makna Tabah Sampai Akhir. Poernomo menilai sifat yang diperlukan awak kapal selam untuk bisa mengemban tugas tak hanya berani, ulet, sabar, tekun, dan tenang. Poernomo meyakini ada satu kata pemungkas yang mewakili sifat tersebut, tabah.

Menurutnya, sekadar tabah tidak cukup jika tidak kekal. Poernomo menganggap pengabdian para awak harus sampai akhir yakni, Tabah Sampai Akhir. Semboyan ini akhirnya dipilih sebagai moto Korps Hiu Kencana sejak 16 Maret 1961 dan diabadikan di prasasti Monumen Kapal Selam Surabaya.

Dalam sejarah perjalanan 12 kapal selam tersebut, Korps Hiu Kencana terlibat dalam beragam operasi strategis. Tahun 1962, Korps Hiu Kencana dilibatkan pada operasi Trikora dalam rangka merebut Irian Barat.

Korps Hiu Kencana terjun dalam operasi pengintaian dan operasi menyusupkan pasukan khusus ke daratan Irian Barat tanpa terdeteksi oleh pihak Belanda. Operasi ini berhasil membuat Belanda mengurungkan niatnya untuk berperang secara terbuka dengan Indonesia. Irian Barat kemudian akhirnya diakui sebagai bagian dari Indonesia.

Pada 1965-1966, Korps Hiu Kencana juga terjun dalam Operasi Gugus Tugas X yang merupakan operasi bersama kapal selam milik Angkatan Laut Pakistan. Operasi ini berhasil mempererat hubungan Pakistan dengan Indonesia. Presiden Ayub Khan secara pribadi memberikan penghargaan yang tinggi kepada segenap anggota Gugus Tugas X tersebut. Baca juga: Unik, Taruna Penghuni Paviliun 5A dan 5B Akmil Selalu Miliki Karier Moncer di TNI

Selain itu, Korps Hiu Kencana juga dilibatkan dalam Operasi Halilintar tahun 1979. Kapal selam yang dinakhodai awak Korps Hiu Kencana berhasil memberantas penyelundupan di Selat Malaka. Terutama penyelundupan bahan baku dari Indonesia ke Malaysia dan Singapura, serta mengamankan arus pengungsi dari Vietnam ke Indonesia di Laut China Selatan.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar 31 Pati TNI AL...
Daftar 31 Pati TNI AL Naik Pangkat, Salah Satunya Laksma Khoirul Fu’ad yang Jabat Wadanpuspomal
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Rekomendasi
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
Nonton V+Short Retro...
Nonton V+Short Retro Love, Sweet Life, Microdrama Romantis dengan Alur Time Rewind
Kenapa Pemilik Land...
Kenapa Pemilik Land Cruiser Tua Tetap Setia di Tengah Serbuan Mobil Listrik?
Berita Terkini
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved