RUU HIP Picu Menguatnya Kembali Kelompok Aktivis Islam

Sabtu, 27 Juni 2020 - 08:07 WIB
loading...
RUU HIP Picu Menguatnya...
Demonstrasi menolak RUU HIP di depan Gedung DPR, Jakarta, 24 Juni 2020. Foto/SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Analis politik UIN Jakarta Adi Prayitno menganggap, aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Gedung DPR sangat ideologis dan emosional. Isu RUU HIP ini memicu menguatnya kembali kelompok aktivis Islam.

"Mereka menganggap RUU ini membuka peluang bangkitnya komunisme di Indonesia karena tak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/1966," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (27/6/2020).

Adi menilai, aksi demonstrasi kemarin terlihat menyeramkan karena menyinggung PKI dan kebangkitan komunis. Bahkan, ia melihat, suasana penolakannya seakan mirip masa revolusi bangsa yang sangat kental pertentangan warna ideologisnya, terutama pertentangan kelompok nasionalis dan Islam.

"Makin panas saja suasana di tengah pandemi (corona)," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini. (Baca juga: Klarifikasi Korlap Aksi soal Accident Pembakaran Bendera PDIP ).

Adi pun menyebut, mencuatnya isu RUU HIP ini memicu menguatnya kembali kelompok aktivis Islam, terutama di perkotaan dan yang kerap bersikap kritis terhadap kebijakan politik pemerintah. Kelompok ini juga aktif mendukung calon tertentu di perhelatan politik elektoral.

Namun, dia menyatakan seharusnya aksi bakar bendera parpol tak perlu terjadi. "Sekalipun beda pandangan, aksi bakar bendera partai mestinya dihindari karena bisa berbuntut pajang. Demo ya demo saja, tak perlu merusak apa pun." (Baca juga: Bendera PDIP Dibakar, Selly Gantina: Kami Tak Akan Terprovokasi ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
MUI dan FORKOPI Sepakat...
MUI dan FORKOPI Sepakat Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Syariah
MUI Minta Polemik Pernyataan...
MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan demi Menjaga Kerukunan Bangsa
MUI Serukan Stop Perang,...
MUI Serukan Stop Perang, Desak AS-Israel Akhiri Konflik
MUI Kecam Keras Aturan...
MUI Kecam Keras Aturan Israel Hukum Mati Tahanan Palestina, Serukan PBB hingga OKI Turun Tangan
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Jelang Demo Ojol, Polisi...
Jelang Demo Ojol, Polisi Siapkan Blokade di Jalan Medan Merdeka Selatan
3.067 Personel Polri...
3.067 Personel Polri Dikerahkan Amankan Demo di Jakpus Hari Ini
Rekomendasi
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved