Komisi XI DPR Minta Pengawasan Penyaluran Subsidi Diperbaiki

Selasa, 19 Juli 2022 - 17:25 WIB
loading...
Komisi XI DPR Minta...
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi meminta kepada pemerintah tidak mengabaikan peringatan IMF agar lebih bijak mengelola subsidi. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi meminta kepada pemerintah tidak mengabaikan peringatan International Monetary Fund (IMF) agar lebih bijak mengelola subsidi . Sebab, ancaman resesi global akibat eskalasi konflik Rusia-Ukraina tak kunjung menunjukkan tanda-tanda segera berakhir.

"Kami menilai warning yang disampaikan oleh IMF agar subsidi harus benar-benar tepat sasaran harus dijadikan evaluasi pemerintah, karena jika tidak hati-hati beban subsidi akan kian memberatkan APBN kita," kata Fathan Subchi, Selasa (19/7/2022).

Untuk diketahui, saat berkunjung ke Pusat Perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Minggu (17/7/2022), Direktur IMF Kristina Georgiva menyarankan Indonesia tidak memberikan subsidi secara umum, karena orang-orang kaya dapat turut menikmatinya. Langkah ini agar perekonomian Indonesia dapat tumbuh optimal di masa sulit.



Fathan mengungkapkan, beban subsidi APBN semakin berat. Kenaikan harga minyak mentah maupun komoditas pangan akibat perang Rusia dan Ukraina memberikan dampak besar bagi negara-negara di seluruh dunia. "Situasi ini harus segera diantisipasi dengan langkah nyata karena kita tidak tahu kapan konflik Rusia-Ukraina ini akan berakhir. Empat bulan saja konflik itu telah memberikan dampak luas ke dunia. Kebangkrutan Srilangka menjadi contoh kongkret betapa besar dampak konflik tersebut ke dunia," ujarnya.

Sebagai gambaran, papar Fathan, akibat konflik Rusia-Ukraina, harga minyak mentah jenis brent melompat sampai 51,6% dalam setahun terakhir menjadi USD113,6/barel per 28 Juni 2022. Begitu pun dengan harga gas alam (natural gas) yang melonjak sampai 80% menjadi USD6,6/MMBtu per 28 Juni 2022 (yoy).

"Lonjakan harga brent ini membuat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Di negara liberal kenaikan harga BBM ini memicu inflansi tinggi, sementara di negara penganut subsidi seperti kita menjadi beban berat luar biasa bagi APBN," kata politikus PKB ini.

Baca juga: Nelayan Wajib Dapat BBM Subsidi, Erick Thohir Singgung Solar Subsidi Dipakai Perusahaan

Fathan mengakui tidak ada yang salah dengan kebijakan subsidi pemerintah. Namun agar APBN tidak jebol, maka subsidi harus benar-benar tepat sasaran, jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang-orang kaya. "Akan sangat tidak tepat jika subsidi BBM misalnya ternyata hanya dinikmati oleh orang kaya untuk membiayai kegiatan industri mereka. Jadi memang harus segera diatur bagaimana subsidi energi ini benar-benar tepat sasaran," katanya.

Fathan mendesak pemerintah untuk meningkatkan pengawasan penyaluran subsidi agar tepat sasaran. Misalnya penerima subsidi mendapatkan barcode khusus di kendaraan masing-masing. Barcode ini kemudian di-scan oleh petugas SPBU yang menyalurkan BBM bersubsidi. Barcode ini juga bisa diberikan kepada rumah tangga penerima subsidi gas elpiji. Dengan demikian BBM maupun gas subsidi benar-benar bisa diterima oleh mereka yang berhak.

"Barcode lebih simpel, nggak perlu download, cukup mendapatkan sticker dari Pertamina, nanti Pertamina atau penyalur gas subsidi yang scan barcodenya untuk menunjukkan status konsumsinya," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi XI...
Wakil Ketua Komisi XI Pertanyakan Alasan Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil
Tepis Analisis JK, Misbakhun...
Tepis Analisis JK, Misbakhun Tegaskan Harga BBM Subsidi Aman hingga Akhir 2026
Eskalasi Subsidi dan...
Eskalasi Subsidi dan Inflasi
Hadapi Krisis Energi,...
Hadapi Krisis Energi, JK Minta Pemerintah Pertimbangkan Kurangi Subsidi BBM
Tekan Subsidi BBM, DPR...
Tekan Subsidi BBM, DPR Dorong Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik
Imbas Konflik Timteng,...
Imbas Konflik Timteng, DPR Dorong Penggunaan BBM Subsidi Utamakan Transportasi Publik
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved