Tangis Haru Seorang Petani di Mabes AD, Saksikan Sang Anak Menjadi Perwira TNI
Kamis, 14 Juli 2022 - 14:03 WIB
loading...
Mahmud merasa bangga dan terharu atas pencapaian anakanya, Letda Akhmad Athiq, satu dari 292 perwira TNI-Polri yang hari ini dilantik. Foto: MNC/Riana Rizkia
A
A
A
JAKARTA - Mahmud, lelaki berusia 61 tahun itu tak kuat membendung air mata ketika menyaksikan anaknya kini menjadi perwira TNI . Dia teringat perjuangan keras sang anak mengejar cita-cita menjadi tentara setelah sempat gagal sebelumnya.
Mahmud adalah ayah Letda Akhmad Athiq. Didampingi sang istri, Mahmud menceritakan perjalanan anaknya menjadi seorang perwira TNI.
"Dua kali terjatuh. Dulu pada tes psikologi, kemudian sama ibunya dikursuskan di Magelang. Pada saat itu ditempuh sehari kursus psikologi. Alhamdulillah pada pendaftaran berikut diberikan rahmat sama Tuhan yang maha kuasa lulus dengan nilai yang gemilang," kata Mahmud, Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Harapan Jokowi untuk Perwira Baru TNI-Polri: Jadilah Terdepan Hadapi Tantangan Zaman
Rasa senang dan bangga Mahmud seakan tak bisa digambarkan. Sambil sesekali mengusap air mata, Mahmud masih merasa tak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Seorang warga negara biasa, orang sipil seperti dirinya bisa mengantarkan putranya menjadi perwira TNI. Dia hanya terus memanjatkan syukur seraya menyampaikan rasa bangga atas pencapaian sang anak.
"Saya jual rumput, jual es. Saya cuma warga sipil, bukan dari kalangan militer. Saya dagang rumput, saya setor di itu peternakan ibu Tin Suharto di salatiga itu. Bertahan sampe 4 tahun, dengan untung saya dari bada subuh solat itu sampe sore hari itu Rp10 ribu," ucapnya dengan nada suara bergetar tertahan.
Semua pekerjaan sudah dijalaninya. Tapi saat ini, kata Mahmud, dia adalah petani yang sehari-hari berteman dengan sawah. "Sekarang di rumah sambil tani di kebun, di sawah gitu," katanya.
Mahmud adalah ayah Letda Akhmad Athiq. Didampingi sang istri, Mahmud menceritakan perjalanan anaknya menjadi seorang perwira TNI.
"Dua kali terjatuh. Dulu pada tes psikologi, kemudian sama ibunya dikursuskan di Magelang. Pada saat itu ditempuh sehari kursus psikologi. Alhamdulillah pada pendaftaran berikut diberikan rahmat sama Tuhan yang maha kuasa lulus dengan nilai yang gemilang," kata Mahmud, Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Harapan Jokowi untuk Perwira Baru TNI-Polri: Jadilah Terdepan Hadapi Tantangan Zaman
Rasa senang dan bangga Mahmud seakan tak bisa digambarkan. Sambil sesekali mengusap air mata, Mahmud masih merasa tak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Seorang warga negara biasa, orang sipil seperti dirinya bisa mengantarkan putranya menjadi perwira TNI. Dia hanya terus memanjatkan syukur seraya menyampaikan rasa bangga atas pencapaian sang anak.
"Saya jual rumput, jual es. Saya cuma warga sipil, bukan dari kalangan militer. Saya dagang rumput, saya setor di itu peternakan ibu Tin Suharto di salatiga itu. Bertahan sampe 4 tahun, dengan untung saya dari bada subuh solat itu sampe sore hari itu Rp10 ribu," ucapnya dengan nada suara bergetar tertahan.
Semua pekerjaan sudah dijalaninya. Tapi saat ini, kata Mahmud, dia adalah petani yang sehari-hari berteman dengan sawah. "Sekarang di rumah sambil tani di kebun, di sawah gitu," katanya.
Lihat Juga :