Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Perindo: Demi Selamatkan APBN

Kamis, 14 Juli 2022 - 08:59 WIB
loading...
Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Perindo: Demi Selamatkan APBN
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Organisasi dan Kader Yusuf Lakaseng meminta harga BBM dan LPG bersubsidi tidak dinaikkan. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertamina menaikkan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) nonsubsidi Pertamax Turbo dan Dex Series, serta LPG nonsubsidi jenis Bright Gas, pekan ini. Ketua DPP Partai Perindo Bidang Organisasi dan Kader Yusuf Lakaseng menyatakan, kenaikan tersebut merupakan pil pahit yang harus diambil Pertamina.

Menurutnya, keputusan Pertamina tak lepas dari kenaikan harga minyak dan gas di pasar internasional. Harga minyak dan gas meroket setelah perang terjadi antara Rusia dengan Ukraina. Per Juni 2022, harga minyak dunia mencapai USD117,63 per barel dan tren harga gas di CP Aramco USD72T per metrik ton.

"Bagi Perindo, langkah pemerintah lewat Pertamina ini bisa dimengerti untuk menyelamatkan APBN, yang dinaikan adalah harga non-subsidi," kata Yusuf, Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Jubir Perindo Paparkan Format Koalisi Capres 2024 Pasca Reshuffle

Hingga hari ini, belum terlihat dua harga tersebut akan mengalami penurunan. Terlebih, Ukraina dan Rusia masih terus melakukan gencatan senjata.

Untuk itu, Yusuf meminta Pertamina untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi. "Kami berharap jika harga minyak dan gas dunia terus naik maka pemerintah tidak boleh sama sekali menaikkan harga BBM dan LPG subsidi," ujarnya.

Yusuf melanjutkan, Pemerintah dalam hal ini Pertamina, menurutnya, terlalu bergantung dengan impor. Dimana, 80 persen kebutuhan LPG Indonesia didatangkan dari luar negeri. Padahal menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan gas alam yang sangat besar yang bisa menggantikan LPG.



Menurut SKK Migas hingga 31 Desember 2021 di temukan cadangan gas terbukti mencapai 42,93 triliun kaki kubik (TCF). Indonesia memiliki 128 cekungan hidrokarbon, baru 20 cekungan yg berproduksi, 27 cekungan suda di bor dan menemukan cadangan, masi ada 69 cekungan lagi yang belum di bor.

"Sebaiknya pendapatan windfall dari hasil pajak dan PNPB komoditas ekspor di alihkan sebagian untuk membangun jaringan pipa gas untuk menggenjot produksi gas nasional untuk memutus ketergantungan pada LPG impor," ucapnya.

Sebagai informasi, harga Pertamax Turbo yang sebelumnya dijual Rp14.5 ribu per liter sekarang menjadi Rp16,2 ribu per liter dan Pertamina Dex yang semula Rp13,7 ribu kini menjadi Rp16,5 ribu per liter.

Kemudian, harga Dexlite dari Rp12.9 ribu naik menjadi Rp15 ribu per liter. Sementara itu, harga LGP Bright Gas juga naik sekitar Rp2 ribu per kg.
(muh)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1826 seconds (11.252#12.26)