Serma Rama Tewas Disergap dan Dirampok Milisi Uganda di Kongo
Jum'at, 26 Juni 2020 - 15:09 WIB
loading...
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen Victor Hasudungan Simatupang dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (26/5/2020)
A
A
A
JAKARTA - Almarhum Serma Rama Wahyudi tewas tertembak saat bertugas di Kongo dalam bagian pasukan perdamaian PBB. Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen Victor Hasudungan Simatupang mengungkapkan kronologinya.
Penembakan Serma Rama yang tergabung dalam satgas Kizi TNI Konga XX-O/Monusco terjadi pada 22 Juni 2020 sore. Pagi harinya, pukul 08.10 waktu setempat Sersan Mayor Rama Wahyudi sebagai dantim melaksanakan tugas pergeseran pasukan dan dukungan logistik wilayah halulu.
”Perjalanan lebih kueang memakan waktu 3 jam, mereka sampai di tempat dalam kedadaan aman," ujar Victor dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (26/5/2020).
(Baca: Prajurit TNI Gugur di Kongo, DPR Desak Kemlu Investigasi)
Dia mengungkapkan, anggota TNI yang mendukung tugas tersebut berjumlah 12 orang dan didukung dari Malawi sebanyak dua orang. Serma Rama bersama tim sampai ke Halulu sekitar pukul 13.00 untuk melakukan perbaikan-perbaikan.
Penembakan Serma Rama yang tergabung dalam satgas Kizi TNI Konga XX-O/Monusco terjadi pada 22 Juni 2020 sore. Pagi harinya, pukul 08.10 waktu setempat Sersan Mayor Rama Wahyudi sebagai dantim melaksanakan tugas pergeseran pasukan dan dukungan logistik wilayah halulu.
”Perjalanan lebih kueang memakan waktu 3 jam, mereka sampai di tempat dalam kedadaan aman," ujar Victor dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (26/5/2020).
(Baca: Prajurit TNI Gugur di Kongo, DPR Desak Kemlu Investigasi)
Dia mengungkapkan, anggota TNI yang mendukung tugas tersebut berjumlah 12 orang dan didukung dari Malawi sebanyak dua orang. Serma Rama bersama tim sampai ke Halulu sekitar pukul 13.00 untuk melakukan perbaikan-perbaikan.
Lihat Juga :