Prajurit TNI Gugur di Kongo, DPR Desak Kemlu Investigasi
Rabu, 24 Juni 2020 - 14:53 WIB
loading...
Pasukan TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB menerima penyerahan senjata dari mantan milisi Kongo. Foto/dok TNI
A
A
A
JAKARTA - Komisi I DPR mengutuk keras serangan milisi bersenjata terhadap personel tentara misi penjaga perdamaian di Provinsi Kivu utara, Perbatasan Kongo, Senin 23 Juni 2020 malam waktu setempat.
Serangan tersebut mengakibatkan seorang anggota TNI gugur dan melukai satu personel TNI lainnya. "Saya sebagai Wakil Ketua Komisi I mengutuk keras serangan milisi bersenjata terhadap pasukan yang bertugas dalam misi perdamaian," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu (24/6/2020).(Baca juga: Seorang Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dari Indonesia Gugur di Kongo )
Kharis menyampaikan duka cita mendalam dan solidaritas penuh kepada korban serta keluarga korban akibat aksi serangan dari orang-orang yang ingin mengusik perdamaian di wilayah tersebut.
"Kita telah kehilangan Serma Rama Wahyudi, salah satu prajurit terbaik dalam misi yang sangat mulia. Sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan serta penghargaan setinggi-tingginya terhadap pengorbanan beliau, semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan," kata Kharis.
Kharis juga meminta langkah konkret Kementerian Luar Negeri, terlebih Indonesia sebagai Anggota Dewan Tidak Tetap Keamanan PBB agar bisa segera mendorong investigasi terhadap kejadian yang mengganggu perdamaian di zona tersebut.
Serangan tersebut mengakibatkan seorang anggota TNI gugur dan melukai satu personel TNI lainnya. "Saya sebagai Wakil Ketua Komisi I mengutuk keras serangan milisi bersenjata terhadap pasukan yang bertugas dalam misi perdamaian," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu (24/6/2020).(Baca juga: Seorang Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dari Indonesia Gugur di Kongo )
Kharis menyampaikan duka cita mendalam dan solidaritas penuh kepada korban serta keluarga korban akibat aksi serangan dari orang-orang yang ingin mengusik perdamaian di wilayah tersebut.
"Kita telah kehilangan Serma Rama Wahyudi, salah satu prajurit terbaik dalam misi yang sangat mulia. Sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan serta penghargaan setinggi-tingginya terhadap pengorbanan beliau, semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan," kata Kharis.
Kharis juga meminta langkah konkret Kementerian Luar Negeri, terlebih Indonesia sebagai Anggota Dewan Tidak Tetap Keamanan PBB agar bisa segera mendorong investigasi terhadap kejadian yang mengganggu perdamaian di zona tersebut.
Lihat Juga :