PDIP dan Kelompok Penolak RUU HIP Diminta Tak Terlalu Reaksioner
Jum'at, 26 Juni 2020 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, semua pihak juga harus memahami kebatinan umat Islam yang ingin menjaga Pancasila agar tak diubah, setia bersama Pancasila, tidak boleh lima sila tersebut diotak-atik menjadi ekasila atau trisila. Menurutnya, semua sudah sudah final dan bersepakat dengan Pancasila.
"Jadi saya pikir gejolak kebatinan umat, kita mafhum dengan semangat perjuangan mereka yang mana Pancasila cinta umat dan umat cinta Pancasila. Tinggal memang harus dengan cara yang tepat dan terukur, dengan cara kekerasan atas nama agenda apapun, tetap tidak bisa dibenarkan, bela Pancasila dengan trayek konstitusi bukan kekerasan atau membakar," katanya.(Baca juga: Pembakaran Bendera PDIP, Mega Perintahkan Kader Rapatkan Barisan )
Di sisi lain, semua pihak juga harus bisa memahami kemarahan kader PDIP , karena tuduhan tersebut juga harus dengan bukti yang kuat, tidak boleh sembarangan, asal menuduh PDIP sebagai partai PKI. "Niat baik umat Islam dan umat agama lain pantas kita apresiasi, tapi niat baik saja tak cukup, niat baik harus dilakukan dengan cara baik baik, beradab dan terukur, tak perlu emosi karena mengganggu algoritma nilai perjuangan," ujarnya.
Kembali ke soal aksi dan reaksi yang muncul di lapangan, Pangi juga berharap, PDIP harus mampu mengontrol kader di tingkat grassroot agar tak melakukan aksi balasan. Ia khawatir, jika PDIP sebagai intitusi politik tak melarang kader-kadernya, maka dikhawatirkan memicu aksi anarkisme. Bukan rakyat saja yang dirugikan, melainkan citra partai menjadi pertaruhannya.(Baca juga: DPC PDIP Surabaya Desak Aparat Tangkap dan Adili Pembakar Bendera PDIP )
"Jadi saya pikir gejolak kebatinan umat, kita mafhum dengan semangat perjuangan mereka yang mana Pancasila cinta umat dan umat cinta Pancasila. Tinggal memang harus dengan cara yang tepat dan terukur, dengan cara kekerasan atas nama agenda apapun, tetap tidak bisa dibenarkan, bela Pancasila dengan trayek konstitusi bukan kekerasan atau membakar," katanya.(Baca juga: Pembakaran Bendera PDIP, Mega Perintahkan Kader Rapatkan Barisan )
Di sisi lain, semua pihak juga harus bisa memahami kemarahan kader PDIP , karena tuduhan tersebut juga harus dengan bukti yang kuat, tidak boleh sembarangan, asal menuduh PDIP sebagai partai PKI. "Niat baik umat Islam dan umat agama lain pantas kita apresiasi, tapi niat baik saja tak cukup, niat baik harus dilakukan dengan cara baik baik, beradab dan terukur, tak perlu emosi karena mengganggu algoritma nilai perjuangan," ujarnya.
Kembali ke soal aksi dan reaksi yang muncul di lapangan, Pangi juga berharap, PDIP harus mampu mengontrol kader di tingkat grassroot agar tak melakukan aksi balasan. Ia khawatir, jika PDIP sebagai intitusi politik tak melarang kader-kadernya, maka dikhawatirkan memicu aksi anarkisme. Bukan rakyat saja yang dirugikan, melainkan citra partai menjadi pertaruhannya.(Baca juga: DPC PDIP Surabaya Desak Aparat Tangkap dan Adili Pembakar Bendera PDIP )
(abd)
Lihat Juga :