Sambangi Pesantren NU, Ketum KNPI Haris Pertama Dikado Buku Sejarah Sunan Giri

Sabtu, 09 Juli 2022 - 11:33 WIB
loading...
Sambangi Pesantren NU, Ketum KNPI Haris Pertama Dikado Buku Sejarah Sunan Giri
Ketua Umum KNPI Haris Pertama bersilaturrahmi dengan pengasuh LTP Luhur Malang Muhammad Danial Farafish. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama berkunjung ke Malang, Jawa Timur. Selain ke Universitas Brawijaya Malang, Mandataris Kongres XVI Pemuda/KNPI di Maluku itu juga singgah di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Kota Malang.

Di pesantren mahasiswa berhaluan Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah (Aswaja), Haris Pertama bersilaturrahmi dengan pengasuh Ponpes Muhammad Danial Farafish. Harus juga memberikan motivasi kepada ratusan santri Luhur yang merupakan mahasiswa di berbagai kampus di Malang.

"Selain memperdalam ilmu agama, santri mahasiswa juga hendaknya memperkuat wawasan iptek dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif," kata Haris Pertama dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (9/7/2022).

Baca juga: HUT Ke-76 Bhayangkara, KNPI Puji Semangat Reformasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Menurutnya, generasi muda mahasiswa yang dididik di lembaga pesantren memiliki kelebihan dan potensi untuk menjadi pemimpin segala sektor pembangunan dan juga menjaga peradaban. Peran santri sangat penting dalam menjaga bangsa dan negara agar selamat dunia akhirat.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga di Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) itu juga memberikan sumbangan dana untuk mendukung program renovasi LTP Luhur Malang yang sedang dikerjakan secara gotong-royong oleh para santri.

Pengasuh LTP Luhur Malang, Gus Danial memberikan kado berupa buku Sejarah Perjuangan dan Dakwah Islamiyah Sunan Giri yang merupakan hasil riset mendalam tentang perjuangan salah satu Wali Songo dari Gresik. Pendiri LTP Luhur Malang, (alm) Prof KH Ahmad Mudlor merupakan inisiator sekaligus ketua tim riset sejarah perjuangan Sunan Giri yang dilakukan selama dua tahun. Penasehat tim riset terdapat nama tokoh pendidikan NU berpengaruh masa itu seperti Prof HM Koesnoe dan KH Oesman Mansyur.

Hasil riset tersebut menjadi referensi yang sangat penting mengungkap sejarah masuknya Islam di Jawa Timur dan jejak-jejak dakwah wali pendiri Kerajaan Giri Kedaton abad 15 tersebut.
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2299 seconds (11.210#12.26)