Drama Penangkapan Tersangka Pencabulan MSAT, DPR Tegaskan Semua Pihak Harus Taat Hukum
Jum'at, 08 Juli 2022 - 14:14 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi seluruh jajaran Polda Jawa Timur dan Polres Jombang yang telah gigih mengupayakan penangkapan tersangka pencabulan santriwati Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Bechi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisi III DPR menyoroti kisruh dan drama penjemputan paksa tersangka pencabulan santriwati Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Bechi di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Kamis (8/7/2022) kemarin. Setelah pengepungan selama 15 jam, tersangka akhirnya berhasil ditangkap.
Atas peristiwa ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi seluruh jajaran Polda Jawa Timur dan Polres Jombang yang telah gigih mengupayakan penangkapan. Apalagi penangkapan ini tidak mudah, mengingat tersangka yang begitu dilindungi oleh pihak pesantren maupun massa pendukungnya. Baca juga: Mas Bechi, Anak Kiai di Jombang Tersangka Pencabulan Dijebloskan ke Rutan Medaeng
"Bravo pada jajaran Polda Jatim dan Polres Jombang atas penangkapan ini. Saya melibat ini tentu bukan hal yang mudah, mengingat polisi harus berhadapan langsung dengan massa dan simpatisan," ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (8/7/2022).
Menurut Sahroni, dalam proses hukum, semua orang harus taat terhadap hukum dan aturan yang berlaku. Untuk itu, ia berterima kasih kepada aparat yang menegakkan prinsip tersebut.
Atas peristiwa ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi seluruh jajaran Polda Jawa Timur dan Polres Jombang yang telah gigih mengupayakan penangkapan. Apalagi penangkapan ini tidak mudah, mengingat tersangka yang begitu dilindungi oleh pihak pesantren maupun massa pendukungnya. Baca juga: Mas Bechi, Anak Kiai di Jombang Tersangka Pencabulan Dijebloskan ke Rutan Medaeng
"Bravo pada jajaran Polda Jatim dan Polres Jombang atas penangkapan ini. Saya melibat ini tentu bukan hal yang mudah, mengingat polisi harus berhadapan langsung dengan massa dan simpatisan," ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (8/7/2022).
Menurut Sahroni, dalam proses hukum, semua orang harus taat terhadap hukum dan aturan yang berlaku. Untuk itu, ia berterima kasih kepada aparat yang menegakkan prinsip tersebut.
Lihat Juga :