Prabowo Ungkap Cara Pandang Negara Maju atas Pentingnya Pertahanan

Sabtu, 02 Juli 2022 - 21:59 WIB
loading...
Prabowo Ungkap Cara...
Menhan Prabowo Subianto saat menjadi narasumber dalam Rembug Nasional dan Rapat Pengurus Pusat Pleno (ERPPP) ke-1 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Nusa Dua, Bali, Sabtu (2/7/2022). FOTO/MNC MEDIA
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkapkan cara pandang negara maju tentang pentingnya pertahanan sebuah bangsa. Bahkan, ada pula negara yang menjadikan pertahanan sebagai hal yang paling utama.

Hal itu dia singggung saat menjadi narasumber dalam Rembug Nasional dan Rapat Pengurus Pusat Pleno (ERPPP) ke-1 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Nusa Dua, Bali, Sabtu (2/7/2022).

Dia mencontohkan, negara sekelas Amerika Serikat saja 50% anggaran pertahanannya bersumber dari APBN. Bahkan, kerap kali anggarannya bisa di atas 50%. "Kenapa? Karena mereka menilai mereka tidak mau didikte oleh bangsa lain," kata Prabowo yang dikenal sebagai tokoh yang selalu memperjuangkan Indonesia yang adil dan makmur.



Tak hanya Amerika Serikat, Singapura sebagai salah satu negara tetangga Indonesia, berani untuk menempatkan sekitar 30% dari APBN untuk kepentingan peetahanan. Tak sampai di situ, kata dia, 3% atas produk domestik bruto atau Gross Domestic Product (GDP) itu juga difokuskan untuk anggaran pertahanan.

"Artinya apa? Singapura, satu pulau yang besarnya kalau tidak salah 60.000 hektare, Kabupaten Bogor itu lebih besar dari Singapura. Jumlah penduduknya Singapura 5 juta orang. Tapi dia menilai kemerdekaan dia, kedaulatan dia, sangat-sangat penting," ujarnya.

"Dia tidak mau dijajah, dia tidak mau didikte negara lain. Karena itu, dia bersedia mengorbankan anggaran dia 30% untuk pertahanan," tutur dia melanjutkan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Telkomsel-Republikorp...
Telkomsel-Republikorp Perkuat Teknologi Komunikasi Pertahanan Nasional
Kumpulkan Panglima hingga...
Kumpulkan Panglima hingga Purnawirawan Jenderal TNI, Sjafrie: Saya akan Sampaikan Satu Hal Esensial
BRCT Sebut Ada Upaya...
BRCT Sebut Ada Upaya Pelemahan TNI secara Sistematis dan Terstruktur
Ada Sekitar 5 Juta ASN,...
Ada Sekitar 5 Juta ASN, Kabacadnas: Potensi Kekuatan Pertahanan Terbesar Indonesia
Prabowo Panggil Dudung...
Prabowo Panggil Dudung ke Istana, Bahas Geopolitik Global dan Pertahanan Nasional
Cegah Serangan Rusia...
Cegah Serangan Rusia Tanpa Bantuan AS, UE Butuh Waktu 4 Tahun Bangun Militer
Rencana Perjanjian Keamanan...
Rencana Perjanjian Keamanan Bersama Indonesia - Australia Bangun Kepercayaan di Tengah Perubahan Strategis
Setahun Kepemimpinan,...
Setahun Kepemimpinan, Prabowo Jadikan Pertahanan sebagai Instrumen Diplomasi
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Investor Mulai Investasi Reksa Dana lewat Promo Bonus Unit Penyertaan 100%
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
Berita Terkini
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Infografis
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved