Konferensi Ulama Muslim Asia Tenggara, RI Ajak Pemimpin Dunia Islam Bangun Peradaban
Jum'at, 01 Juli 2022 - 21:14 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan peserta yang hadir berasal dari negara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore, Filipina, Thailand, Kamboja, Maldive, Banglades, India, Pakistan, Srilangka, Nepal, China, Jepang, Australia.
Indonesia mengirim delegasinya di antaranya Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo, Habib Jindan bin Novel, Wakil Sekjen DMI sekaligus Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anizar Masyhadi, KH Ahmad Fahrur Rozi dari MUI dan PBNU, Ketua BKPRMI Said Al-Idrus, serta Direktur Program DMI H Buyung Wijaya dan Muhammad Faros.
Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengapresiasi pemerintah Malaysia atas prakarsanya dalam pelaksanaan Konferensi Ulama Asia Tenggara.
Dirinya bahkan semua yang hadir dinilai bangga dengan adanya pertemuan luar biasa yang menyatukan para ulama, di negara-negara yang memiliki kepentingan dan bobot di peta dunia Islam dan dunia pada umumnya yaitu negara-negara Asia Tenggara.
"Kami senang bahwa konferensi ini menjadi awal yang baik bagi sebuah majelis permanen yang para ulamanya akan bertemu dari waktu ke waktu di bawah payung global umat Islam yaitu Liga Muslim Dunia," katanya.
Dia menjelaskan kehidupan di dunia yang penuh dengan kemajemukan harus didasari saling menghormati dan toleransi. "Allah telah menciptakan manusia bersuku suku dan berbangsa-bangsa, maka kemajemukan yang ada di dunia ini harus dijaga sehingga tercipta kehidupan didunia yang penuh dengan kedamaian,” katanya.
Dia juga meminta agar Konferensi Ulama Asia Tenggara dan Dunia ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan langkah-langkah strategis dalam persatuan ulama Islam dunia di bawah naungan Liga Muslim Dunia. "Pertemuan ulama ummat Islam pada satu tingkatan dan level yang sama adalah kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah-masalah besar," katanya.
Indonesia mengirim delegasinya di antaranya Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo, Habib Jindan bin Novel, Wakil Sekjen DMI sekaligus Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anizar Masyhadi, KH Ahmad Fahrur Rozi dari MUI dan PBNU, Ketua BKPRMI Said Al-Idrus, serta Direktur Program DMI H Buyung Wijaya dan Muhammad Faros.
Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengapresiasi pemerintah Malaysia atas prakarsanya dalam pelaksanaan Konferensi Ulama Asia Tenggara.
Dirinya bahkan semua yang hadir dinilai bangga dengan adanya pertemuan luar biasa yang menyatukan para ulama, di negara-negara yang memiliki kepentingan dan bobot di peta dunia Islam dan dunia pada umumnya yaitu negara-negara Asia Tenggara.
"Kami senang bahwa konferensi ini menjadi awal yang baik bagi sebuah majelis permanen yang para ulamanya akan bertemu dari waktu ke waktu di bawah payung global umat Islam yaitu Liga Muslim Dunia," katanya.
Dia menjelaskan kehidupan di dunia yang penuh dengan kemajemukan harus didasari saling menghormati dan toleransi. "Allah telah menciptakan manusia bersuku suku dan berbangsa-bangsa, maka kemajemukan yang ada di dunia ini harus dijaga sehingga tercipta kehidupan didunia yang penuh dengan kedamaian,” katanya.
Dia juga meminta agar Konferensi Ulama Asia Tenggara dan Dunia ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan langkah-langkah strategis dalam persatuan ulama Islam dunia di bawah naungan Liga Muslim Dunia. "Pertemuan ulama ummat Islam pada satu tingkatan dan level yang sama adalah kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah-masalah besar," katanya.
Lihat Juga :