Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Pastikan Polri Buka Ruang Kritik untuk Perbaikan
Jum'at, 01 Juli 2022 - 18:11 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi masyarakat dalam memberikan kritik. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi masyarakat dalam memberikan kritik. Hal itu guna menjadikan institusi Polri terus melakukan perbaikan.
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri acara Hoegeng Awards 2022 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan. "Di situlah kami tentunya mencoba untuk memperbaiki diri, membuka ruang untuk terus di kritik. Sehingga demikian, kita tahu posisi kita dimana dan apa yang harus kita perbaiki," kata Sigit, Jumat (1/7/2022).
Menurut Sigit, kritik, saran ataupun masukan dari masyarakat dijadikan sebagai suatu energi untuk terus melakukan perbaikan. Sigit mengibaratkan, kritik tersebut selayaknya obat berupa pil pahit yang harus ditelan.
Baca juga: Penasihat Kapolri: HUT ke-76 Bhayangkara Momentum Membangun Polisi Jujur
"Pil itu pahit, tapi, harus kita makan sehingga kemudian kita bisa menjadi sehat untuk membuat organisasi atau institusi ini menjadi baik, jadi dipercaya dan kemudian masyarakat bisa kemudian menerima dan puas dengan pelayanan yang diberikan oleh kepolisian," ujar Sigit.
Terkait Hoegeng Awards, mantan Kabareskrim Polri ini mengakui sosok mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso harus dijadikan teladan maupun panutan, oleh seluruh personel Kepolisian di Indonesia.
Baca juga: Hari Bhayangkara Diperingati 1 Juli, Begini Sejarahnya
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri acara Hoegeng Awards 2022 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan. "Di situlah kami tentunya mencoba untuk memperbaiki diri, membuka ruang untuk terus di kritik. Sehingga demikian, kita tahu posisi kita dimana dan apa yang harus kita perbaiki," kata Sigit, Jumat (1/7/2022).
Menurut Sigit, kritik, saran ataupun masukan dari masyarakat dijadikan sebagai suatu energi untuk terus melakukan perbaikan. Sigit mengibaratkan, kritik tersebut selayaknya obat berupa pil pahit yang harus ditelan.
Baca juga: Penasihat Kapolri: HUT ke-76 Bhayangkara Momentum Membangun Polisi Jujur
"Pil itu pahit, tapi, harus kita makan sehingga kemudian kita bisa menjadi sehat untuk membuat organisasi atau institusi ini menjadi baik, jadi dipercaya dan kemudian masyarakat bisa kemudian menerima dan puas dengan pelayanan yang diberikan oleh kepolisian," ujar Sigit.
Terkait Hoegeng Awards, mantan Kabareskrim Polri ini mengakui sosok mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso harus dijadikan teladan maupun panutan, oleh seluruh personel Kepolisian di Indonesia.
Baca juga: Hari Bhayangkara Diperingati 1 Juli, Begini Sejarahnya
Lihat Juga :